Site icon fost-nepal

AI Bantu Instacart Atasi Utang Teknologi, Kata CTO Perusahaan

[original_title]

fost-nepal.org – Instacart mengajukan pertanyaan penting terkait efektivitas pekerjaan tim pengembangnya, yaitu apakah sebagian besar tugas yang dilakukan saat ini seharusnya bisa diselesaikan oleh mesin. Dalam sebuah forum teknologi, CTO Anirban Kundu menyatakan bahwa banyak waktu yang dihabiskan oleh tim pengembang untuk pekerjaan repetitif dan bernilai rendah bisa dialihkan kepada agen AI. Dengan demikian, para insinyur dapat lebih fokus pada masalah yang memerlukan penilaian, niat, dan penanganan pengecualian.

Kundu mengungkapkan bahwa saat ini, 97% aktivitas pengembang di Instacart tidak melibatkan membaca kode secara langsung. Dalam konteks ini, generasi kode dan pembuatan template sebagian besar ditangani oleh agen, terutama dalam proyek baru yang memerlukan pembaruan kode secara teratur. “Kami tidak perlu khawatir tentang utang teknis lagi, karena hal-hal yang tidak aktif akan diabaikan dan dibangun kembali,” ungkap Kundu.

Meskipun AI menangani sebagian besar tugas, sisa 3% memerlukan perhatian manusia untuk sistem dan alur kerja yang sensitif terhadap waktu. Saat ini, Instacart tengah melakukan perbaikan sistem dengan proyek bernama Atoms, yang bertujuan membangun arsitektur yang lebih modular.

Dalam meningkatkan akurasi, Instacart juga mengembangkan sistem rekayasa keandalan yang dilatih berdasarkan insiden spesifik yang dialami perusahaan. Hal ini meningkatkan efektivitas dalam mendeteksi dan mitigasi masalah produksi dari 60% menjadi lebih dari 90%. Penggunaan sistem AI seperti “Blueberry” telah membantu tim mengidentifikasi masalah yang mungkin terlewat oleh intuisi manusia.

Dalam pandangannya ke depan, Kundu menyebutkan bahwa tugas utama insinyur akan bergeser ke arah pengelolaan sistem AI dan mendemokratiskan akses ke kode, sehingga lebih banyak tim dapat berkontribusi dalam pengembangan dan pemeliharaan sistem.

Exit mobile version