Site icon fost-nepal

AI dalam Perdagangan Memiliki Masalah Pengukuran yang Terabaikan

[original_title]

fost-nepal.org – Perubahan dalam cara konsumen menemukan dan memilih produk semakin terlihat, namun banyak merek yang belum sepenuhnya memahami sejauh mana transformasi ini telah terjadi. Penelitian menunjukkan, pada 2014, 82% transaksi digital dimulai dari situs web merek, namun angka ini diprediksi turun menjadi 38% pada 2024. Kini, keputusan konsumen sering kali dimulai dari pertanyaan yang diajukan pada platform kecerdasan buatan (AI), mengarah pada rekomendasi yang memengaruhi keputusan pembelian sebelum interaksi langsung dengan merek terjadi.

Menurut penelitian Bain, empat dari lima konsumen memanfaatkan hasil pencarian tanpa klik setidaknya 40% dari waktu mereka. Dengan pertumbuhan trafik yang didorong AI mencapai lebih dari 800% pada tahun lalu, jelas bahwa platform AI semakin berperan penting dalam proses pembelian. Namun, ini menimbulkan tantangan baru bagi merek, di mana banyak alat analitik yang ada tidak mampu mendeteksi kehilangan pasar akibat ketidakhadiran mereka dalam hasil rekomendasi AI.

Merek yang kuat di tingkat situs mungkin masih kehilangan pangsa pasar signifikan, karena data tidak mencakup konsumen yang tidak pernah mengunjungi mereka setelah mendapatkan rekomendasi dari AI. Dalam konteks ini, 60% pencarian kini diakhiri tanpa klik, yang menunjukkan bahwa jika suatu merek tidak muncul dalam jawaban yang diberikan AI, mereka akan tersingkir dari pilihan konsumen.

Untuk tetap relevan, merek perlu memperhatikan bagaimana mereka ditampilkan saat konsumen meminta rekomendasi melalui AI. Mereka harus mengembangkan pemahaman lebih lanjut mengenai visibilitas dan pengaruh keberadaan mereka di ekosistem AI. Merek yang memulai pengukuran ini lebih awal akan memperoleh keuntungan struktural seiring dengan perubahan pasar yang terus berlangsung.

Exit mobile version