Site icon fost-nepal

AI Mampu Menghadapi Taktik Para Penjahat Siber dengan Baik

fost-nepal.org – Dalam era digital saat ini, penipuan online dan kejahatan siber menjadi semakin canggih, namun teknologi kecerdasan buatan (AI) juga digunakan untuk melawan kejahatan tersebut. Perusahaan asal Australia, Apate, telah mengembangkan sistem yang mampu mengalihkan perhatian para penipu melalui panggilan dengan bot AI, yang dirancang untuk terus mempertahankan percakapan tanpa pernah terjebak dalam tipuan.

Apate, yang namanya diambil dari dewi penipuan dalam mitologi Yunani, beroperasi dengan tujuan untuk memberikan harapan kepada penipu agar mereka tetap berbicara di telepon. Hal ini juga memungkinkan pengumpulan intelijen mengenai strategi yang digunakan oleh para penipu tersebut. Dali Kaafar, pendiri dan CEO Apate, menyatakan bahwa setiap menit penipu berbicara dengan bot bukanlah menit yang terbuang; sebaliknya, ini bisa menyelamatkan ratusan, bahkan ribuan, calon korban dari serangan yang sama.

Sejak diluncurkan, platform ini telah digunakan oleh berbagai bank dan didukung oleh perusahaan telekomunikasi, dengan lebih dari 350.000 bot yang beroperasi. Bot ini tidak hanya menjawab panggilan tetapi juga menyusup ke dalam grup obrolan penipuan online dan membalas pesan teks. Sebanyak 250.000 informasi berharga telah berhasil dikumpulkan, mulai dari URL penipuan hingga data akun yang digunakan oleh penipu.

Bot-bot tersebut memiliki berbagai kepribadian dan keterampilan bahasa, sehingga penipu tidak dapat mendeteksi bahwa mereka berbicara dengan AI. Dalam pengujian yang dilakukan, bot-bot ini menunjukkan kemampuan untuk merespons dengan penuh skeptis, namun tetap memberikan kesempatan bagi penipu untuk melanjutkan usaha mereka, menciptakan dinamika yang frustasi bagi para penipu yang mencoba menipu. Dengan anggaran operasi yang terus berkembang, Apate berupaya untuk secara efektif menanggulangi ancaman penipuan yang merugikan banyak orang.

Exit mobile version