Site icon fost-nepal

Atlassian PHK 63 Karyawan di Washington, CTO Mundur

[original_title]

fost-nepal.org – Perusahaan perangkat lunak kolaborasi bisnis, Atlassian, mengumumkan pemecatan 63 karyawan di Washington sebagai bagian dari rencana untuk melakukan pengurangan 10% tenaga kerja secara keseluruhan, yang mencapai 1.600 orang. Langkah ini diambil seiring transisi perusahaan yang telah berumur 24 tahun itu menuju menjadi sebuah perusahaan yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI).

CEO Atlassian, Mike Cannon-Brookes, menyatakan bahwa perubahan ini bertujuan untuk menyesuaikan keterampilan dan peran yang dibutuhkan di masa depan. “Ini terutama tentang adaptasi. Kami sedang membentuk kembali campuran keterampilan dan mengubah cara kami bekerja untuk membangun masa depan,” ujarnya. Dalam laporan resmi yang disampaikan kepada regulator negara bagian, hampir seluruh karyawan yang terpengaruh adalah pekerja jarak jauh, dengan sekitar setengah dari mereka berasal dari bidang teknik atau ilmu data.

Atlassian juga mengumumkan bahwa CTO-nya, Rajeev Rajan, akan mengundurkan diri setelah hampir empat tahun menjabat. Perusahaan mengucapkan terima kasih atas kontribusinya dalam membangun organisasi R&D yang kelas dunia dan mengumumkan promosi para pemimpin baru dalam tim teknologi.

Rajan sebelumnya menjabat sebagai VP teknik di Meta dan telah berpengalaman lebih dari dua dekade di Microsoft. Pemecatan ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi, di mana banyak perusahaan, termasuk Amazon dan T-Mobile, mengurangi jumlah karyawan mereka untuk menangani “bloat” akibat pandemi dan ketidakpastian ekonomi yang sedang berlangsung.

Selain itu, kehadiran alat AI yang semakin meningkat juga menambah kekhawatiran bagi investor, karena beberapa saham perangkat lunak mengalami penurunan signifikan, termasuk saham Atlassian yang turun lebih dari 50% tahun ini.

Exit mobile version