Site icon fost-nepal

China Manfaatkan AI untuk Menyasar Pembangkang dan Diaspora

[original_title]

fost-nepal.org – Perusahaan riset dan keamanan kecerdasan buatan (AI), Anthropic, mengungkapkan temuan mengejutkan dalam laporan intelijen ancaman yang dirilis pada 11 September 2026. Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa aktor negara dan non-negara mengeksploitasi model AI buatan mereka, Claude, untuk berbagai tujuan negatif, termasuk serangan siber, pengawasan, dan pengembangan senjata.

Salah satu sorotan utama laporan ini adalah penyalahgunaan Claude oleh aktor-aktor yang berbasis di China, yang memiliki hubungan erat dengan aparatur keamanan dan propaganda Partai Komunis China (PKC). Mereka menargetkan berbagai kelompok, mulai dari jurnalis hingga komunitas minoritas agama, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga secara global.

Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bitter Winter, teknologi AI kini menghapus batasan antara operasi canggih yang didukung negara dan aktivitas individu. Masyarakat kini dapat melakukan serangan yang dulunya memerlukan keterampilan tinggi dengan mudah, hanya melalui akses ke API curian atau alat berbasis AI yang tersedia luas. Hal ini membuat serangan siber lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk unit intelijen negara.

Salah satu kelompok signifikan yang teridentifikasi dalam laporan adalah entitas intelijen urusan keagamaan dari China. Mereka menargetkan pemimpin agama dan kelompok seperti Falun Gong dan komunitas Kristen di Taiwan. Penggunaan Claude oleh mereka mencakup penyusunan dokumen, riset, dan laporan, mencerminkan tugas kantor pemerintah.

Dengan data yang dikumpulkan, pelaku memetakan lokasi keagamaan dan menyusun laporan harian yang menyerupai alur kerja resmi. Laporan ini menunjukkan pergeseran besar dalam penggunaan teknologi AI, memperingatkan tentang potensi yang dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk tujuan yang merugikan.

Exit mobile version