Site icon fost-nepal

Cuaca New York Diprediksi Lebih Panas Dari Phoenix

fost-nepal.org – Suhu ekstrem melanda kawasan timur Amerika Serikat, menciptakan kondisi cuaca yang berbahaya. Dalam beberapa hari ke depan, New York diperkirakan akan mengalami suhu mendekati 38 derajat Celsius, dan dengan kelembapan yang tinggi, sensasinya bisa terasa seperti 43 derajat Celsius. Beberapa kota lain seperti Detroit, Washington D.C., dan Boston juga diperkirakan akan mendapatkan suhu 20 derajat Fahrenheit lebih tinggi dari biasanya menyusul datangnya akhir pekan libur.

Meskipun tidak setinggi suhu yang ada di Phoenix, kombinasi dari suhu dan kelembapan membuat situasi ini berbahaya. Kelembapan tinggi menghambat proses berkeringat, yang merupakan cara utama tubuh untuk mendinginkan diri. Dalam kondisi lembap, uap air di udara membuat penguapan keringat menjadi kurang efektif, yang dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi individu, terutama selama gelombang panas.

Peta peringatan dari Layanan Cuaca Nasional menunjukkan area berbahaya dengan peringatan ekstrem terkait suhu. Pihak berwenang sudah memperingatkan bahwa beberapa hari berturut-turut dengan suhu tinggi dan minimnya penurunan suhu di malam hari dapat memperburuk stres panas pada tubuh manusia. Walikota New York, Zohran Mamdani, mendorong warga untuk menyusun rencana menghadapi cuaca panas, termasuk memastikan akses ke pendingin udara dan memeriksa keadaan tetangga yang berisiko terkena dampak kesehatan akibat panas.

Gelombang panas ini terjadi sepekan setelah Eropa menghadapi suhu yang memecahkan rekor. Fakta bahwa penggunaan bahan bakar fosil telah meningkatkan intensitas gelombang panas saat ini menjadi perhatian utama, dengan ilmuwan iklim Richard Allan mencatat bahwa peningkatan gas rumah kaca jelas berkontribusi terhadap tingginya suhu global. Fenomena iklim alami El Niño juga diduga berperan dalam peningkatan suhu, yang diperkirakan akan semakin kuat seiring berjalannya musim panas ini, meningkatkan kemungkinan cuaca ekstrem lebih lanjut.

Exit mobile version