Site icon fost-nepal

Dukungan MAGA untuk ICE Tak Terpengaruh oleh Kontroversi

fost-nepal.org – Ratusan ribu migran Haiti kehilangan status perlindungan sementara yang memungkinkan mereka tinggal dan bekerja di Amerika Serikat. Hal ini memicu reaksi dari sejumlah tokoh politik, termasuk Steve Bannon, yang dengan cepat menyerukan pengusiran mereka. Pada podcastnya, Bannon menyatakan, “Saya menganggap ketika status TPS dihapus, mereka seharusnya sudah dalam perjalanan kembali ke Haiti.”

Mike Davis, seorang ahli strategi politik konservatif, sejalan dengan Bannon, menekankan perlunya mengeluarkan migran Haiti dari negara ini secepatnya. Pendukung lain juga memberikan komentar negatif. Nick Fuentes, seorang nasionalis kulit putih, bahkan menyebut Haitians sebagai “terburuk dari yang terburuk.”

Perdebatan mengenai kebijakan imigrasi di Amerika semakin memanas. Sebelumnya, beberapa Insiden Penegakan Hukum Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) telah menimbulkan kontroversi. Salah satunya, penembakan Lorenzo Salgado Araujo, seorang penduduk yang telah tinggal 35 tahun di AS, dan Johan Sebastián Durán Guerrero di Maine. Insiden ini menunjukkan tingginya angka deportasi yang masih berlangsung meskipun strategi penegakan hukum tampak lebih tersembunyi.

Dalam konteks ini, dukungan terhadap ICE di kalangan pendukung mantan Presiden Donald Trump tetap kuat. Survei terbaru menunjukkan 74 persen dari orang yang mengidentifikasi diri sebagai pemilih MAGA memiliki kepercayaan tinggi terhadap ICE. Di sisi lain, respons masyarakat terhadap kasus penembakan oleh agen ICE menunjukkan ketidakpekaan terhadap dampak negatif dari kebijakan ini.

Sementara itu, mantan Presiden Trump menegaskan dalam sebuah postingan bahwa ICE “dikasihi dan dihormati di Amerika.” Kegiatan dan respons ini menunjukkan kompleksitas serta ketegangan yang ada dalam isu imigrasi di negara tersebut.

Exit mobile version