Site icon fost-nepal

Flock Luncurkan Alat Baru untuk Deteksi Penyalahgunaan oleh Polisi

fost-nepal.org – Perusahaan teknologi pemantauan, Flock, baru-baru ini mengumumkan serangkaian kebijakan dan alat baru untuk mencegah penyalahgunaan sistem pembaca nomor plat otomatis dan meningkatkan akuntabilitas pengguna di kalangan penegak hukum. Di antara perubahan tersebut, Flock merekomendasikan agar departemen kepolisian menyimpan data selama tujuh hari, berkurang dari 30 hari sebelumnya.

Perusahaan juga meluncurkan fitur yang disebut “Evidence Mode,” yang memungkinkan pengguna menyimpan data lebih lama dalam kasus-kasus tertentu. Dengan pengaturan baru ini, pengguna dapat membatasi jenis data yang mereka bagikan berdasarkan jenis pelanggaran yang sedang diselidiki. Selain itu, Flock telah memperkenalkan alat bernama “Audit Assistance,” yang mulai diaktifkan oleh lebih dari sepertiga pelanggan sejak diluncurkan pada bulan April. Alat ini dirancang untuk mendeteksi aktivitas tidak normal dan memberi peringatan kepada administrator.

Meskipun banyak eksekutif yang menjelaskan kelebihan dari “Audit Assistance,” cara kerjanya masih belum sepenuhnya transparan. Flock menyatakan bahwa alat ini tidak menggunakan pembelajaran mesin atau AI, melainkan sebagai alat data yang menandai pola pencarian yang tidak biasa untuk ditinjau lebih lanjut. Misalnya, jika seseorang mencari plat yang sama dengan berbagai kode kasus, itu bisa menunjukkan potensi penyalahgunaan.

Sementara beberapa pihak menyambut positif inisiatif ini, kritik muncul dari para ahli privasi yang meragukan efektivitasnya. Chad Marlow dari American Civil Liberties Union menekankan perlunya evaluasi independen untuk mengukur sejauh mana alat ini efektif dalam menangani penyalahgunaan. Pengumuman ini hadir setelah beberapa insiden penyalahgunaan teknologi Flock oleh aparat penegak hukum, termasuk penangkapan tiga mantan deputi sheriff di Georgia yang dituduh menggunakan kamera untuk melakukan penguntitan.

Exit mobile version