Site icon fost-nepal

Harvey Akuisisi Hexus di Tengah Persaingan Teknologi Hukum yang Meningkat

fost-nepal.org – Startup teknologi hukum, Harvey, baru saja mengambil langkah besar dengan mengakuisisi Hexus, sebuah perusahaan baru yang berfokus pada pembuatan alat untuk demo produk, video, dan panduan. Akuisisi ini diumumkan dalam upaya Harvey untuk terus memperkuat posisinya di tengah persaingan yang ketat di pasar teknologi hukum. Hexus didirikan oleh Sakshi Pratap, yang sebelumnya menjabat dalam berbagai peran teknik di Walmart, Oracle, dan Google. Tim Hexus yang berbasis di San Francisco telah bergabung dengan Harvey, dan para insinyur yang berlokasi di India akan menyusul setelah Harvey membuka kantor di Bangalore.

Sakshi Pratap menyatakan bahwa pengalaman mendalam yang dibawa timnya dalam membangun alat AI untuk perusahaan akan membantu Harvey bergerak lebih cepat di pasar yang semakin kompetitif. Sebelum akuisisi, Hexus berhasil mengumpulkan dana sebesar $1,6 juta dari investor seperti Pear VC dan Liquid 2 Ventures.

Langkah akuisisi ini dilakukan saat Harvey berusaha untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu startup AI paling menjanjikan, dengan valuasi mencapai $8 miliar setelah mengumpulkan dana sebesar $160 juta. Hingga saat ini, Harvey mengklaim memiliki lebih dari 1.000 klien di 60 negara, termasuk sebagian besar dari sepuluh firma hukum teratas di AS.

Co-founder dan CEO Harvey, Winston Weinberg, mengungkap bahwa awal mula perusahaan ini berasal dari email dingin yang dikirimnya kepada CEO OpenAI, Sam Altman. Ketertarikan mereka terhadap potensi teknologi AI dalam mengubah industri hukum semakin meningkat setelah menunjukkan hasil AI kepada beberapa pengacara. Weinberg menegaskan bahwa pendanaan dari OpenAI Startup Fund tetap menjadi salah satu investasi terbesar bagi Harvey.

Exit mobile version