Site icon fost-nepal

Hentikan sebut ‘gelembung AI’: Ada beberapa gelembung berbeda

[original_title]

fost-nepal.org – Perdebatan mengenai apakah saat ini kita berada dalam gelembung artificial intelligence (AI) semakin memanas. Banyak pemimpin teknologi, termasuk CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengakui adanya tanda-tanda gelembung finansial yang tidak stabil di sekitar AI. CEO OpenAI, Sam Altman, dan pendiri Microsoft, Bill Gates, memperhatikan dinamika gelembung ini, meliputi investor yang berlebihan dan proyek-proyek dengan valuasi tinggi, meskipun mereka tetap percaya bahwa AI akan mengubah ekonomi secara signifikan.

Sebenarnya, AI terdistribusi dalam tiga lapisan yang berbeda, masing-masing dengan karakteristik ekonomi dan risiko yang beragam. Lapisan pertama terdiri dari perusahaan yang hanya mengemas AI, seperti perangkat yang menawarkan akses mudah ke API OpenAI. Sementara itu, lapisan kedua mencakup pengembang model dasar seperti OpenAI dan Anthropic, yang berdasarkan teknologi yang lebih mendalam. Lapisan terakhir adalah infrastruktur, yang dianggap paling stabil dan tangguh.

Dalam lapisan pertama, perusahaan pengemas AI sangat rentan terhadap tekanan dari platform besar seperti Microsoft dan Google yang dapat menyerap fitur mereka dalam produk yang lebih besar. Sementara itu, perusahaan dalam lapisan kedua harus bersiap menghadapi konsolidasi dan akuisisi yang mungkin terjadi dalam 2 hingga 4 tahun ke depan seiring banyaknya model yang menyusutkan perbedaan.

Meskipun prediksi menunjukkan bahwa banyak perusahaan dalam lapisan pengemas akan gagal dalam 18 bulan ke depan, investasi dalam infrastruktur AI diperkirakan akan tetap berharga dalam jangka panjang. Dalam situasi ini, penting bagi perusahaan untuk mengenali lapisan mana yang mereka operasikan untuk menghindari ancaman dan merespons tantangan di pasar AI yang dinamis ini.

Exit mobile version