fost-nepal.org – Dalam setahun terakhir, model open-weight telah menjadi sorotan, meskipun banyak rilis kuat dari Tiongkok tidak dapat diakses oleh banyak perusahaan di Eropa, Inggris, dan Korea Selatan akibat syarat lisensi. Hal ini membuat tim hukum mengganjal proyek sebelum tim teknis menyelesaikan evaluasi. Namun, Tencent kini telah mengatasi masalah ini dengan meluncurkan versi lengkap model Hy3, yang merupakan model Mixture-of-Experts (MoE) dengan 295 miliar parameter dan 21 miliar parameter aktif, serta dirilis di bawah lisensi Apache 2.0 yang memudahkan akses.
Perubahan ini mendapatkan reaksi positif di kalangan komunitas open-model, di mana para peneliti menyoroti lisensi baru sebagai langkah maju signifikan, dan Tencent mengklaim bahwa model ini memiliki unggulan di bidang metrik keandalan dan ekonomi distribusi. Model ini merupakan hasil umpan balik dari lebih 50 tim produk setelah rilis preview pada April lalu, dan Tencent mengklaim Hy3 memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan model serupa.
Dalam evaluasinya, Hy3 mendapat nilai 2.67 dalam tes buta melawan GLM-5.1 yang hanya mendapatkan nilai 2.51, khususnya dalam pengembangan front-end. Namun, dalam coding skala besar, GLM-5.2 tetap menduduki puncak dengan parameter yang lebih banyak. Meski demikian, Hy3 menunjukkan keunggulan di bidang pencarian dan orkestrasi alat.
Keberhasilan ini juga diiringi dengan penurunan tingkat kesalahan dan peningkatan kualitas respons. Tencent menekankan bahwa mereka berfokus pada keandalan dan kemudahan penerapan, berharap ini menjadi pilihan yang menarik bagi perusahaan yang membutuhkan solusi yang lebih efisien. Dengan tidak adanya batasan geografis pada lisensi, peluang bagi perusahaan di Barat untuk mengadopsi model Tencent kini semakin terbuka.