Site icon fost-nepal

Krisis Intimasi Mengguncang Dunia Kencan Saat Ini

fost-nepal.org – Di Amerika Serikat, hampir setengah orang dewasa berstatus lajang, sementara satu dari empat pria melaporkan mengalami kesepian. Bahkan, tingkat depresi perlahan meningkat di kalangan masyarakat. Angka ini menjadi sorotan, terutama di kalangan generasi Z, di mana banyak yang mengaku tidak pernah melakukan hubungan seksual. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, mengapa di era konektivitas yang tinggi ini, banyak individu merasa terasing?

Menurut Justin Garcia, seorang ahli biologi evolusi dan antropolog yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Kinsey Institute di Indiana University, ada perubahan signifikan dalam norma sosial dan cara pandang generasi terhadap hubungan. Dalam bukunya, “The Intimate Animal: The Science of Sex, Fidelity, and Why We Die for Love,” ia mengungkapkan bahwa krisis kedekatan lebih mengkhawatirkan dibandingkan dengan masalah seks. Garcia berpandangan bahwa keinginan akan kedekatan, bukan hanya seks, adalah motivator utama dalam hubungan modern, tetapi terhambat oleh dunia digital yang kini mendominasi.

Garcia juga mencermati dampak dari “overload kognitif” yang disebabkan oleh aplikasi kencan dan ketidakcocokan antara keinginan sosial untuk berkomitmen dan praktik seksual yang lebih bebas. Ia menyoroti bahwa meski akses terhadap orang lain lebih mudah, kualitas hubungan cenderung menurun, sehingga menimbulkan krisis intimasi.

Dalam konteks ini, Garcia mengingatkan bahwa kesepian dapat berdampak buruk bagi kesehatan, setara dengan dampak merokok. Dengan banyaknya informasi negatif yang mengelilingi kita, individu merasa terancam, sehingga menghambat perilaku sosial yang sehat. Tanpa adanya kedekatan yang mendalam, individu mengalami kesulitan dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Exit mobile version