fost-nepal.org – Di awal tahun, banyak orang menganggap ini sebagai waktu yang tepat untuk memulai sesuatu yang baru, namun sering kali kita terjebak dalam keinginan melakukan banyak hal tanpa benar-benar berkomitmen. Misalnya, seseorang mungkin ingin belajar bahasa Spanyol, tetapi tidak melakukan langkah nyata untuk mencapai tujuan tersebut. Menyadari bahwa tidak ada komitmen yang cukup kuat terhadap keinginan ini bisa menjadi langkah pertama untuk membebaskan pikiran kita dari ekspektasi yang tidak realistis.
Penting untuk merenungkan kembali motivasi di balik aktivitas yang ingin kita lakukan. Slogan populer “Just do it” sering kali membuat orang merasa bahwa mereka harus terus-menerus beraksi tanpa mempertimbangkan apakah tujuan tersebut sejalan dengan keinginan mereka sendiri. Jika motivasi awal tidak lagi relevan, mungkin lebih baik untuk melepaskan harapan tersebut.
Dalam konteks ini, penulis juga menyarankan untuk mengeksplorasi ide-ide baru, seperti mencoba paddleboarding, daripada merasa tertekan untuk memenuhi tuntutan tertentu. Hal ini menekankan bahwa tahun baru tidak hanya tentang memulai proyek baru, tetapi juga tentang melepaskan aktivitas yang telah tidak bermanfaat.
Selama perjalanan ini, penting untuk tidak hanya mematuhi sistem pengelolaan waktu yang ada, tetapi juga memahami mengapa kita melakukan setiap aktivitas yang kita pilih. Banyak kebiasaan yang muncul sering kali berasal dari harapan eksternal yang tidak benar-benar mencerminkan keinginan pribadi kita.
Dengan berkaca pada pandangan filosofi, kita diingatkan untuk tidak hanya melakukan hal-hal demi sesuatu yang lebih besar, tetapi juga untuk menikmati setiap proses dengan sepenuh hati. Tahun baru ini bisa menjadi kesempatan untuk memilih apakah kita ingin mengalami hal baru atau melepaskan sesuatu yang tidak lagi memberikan makna dalam hidup kita.