Site icon fost-nepal

Microsoft AI Mengklaim Bebas Dari OpenAI untuk Mengejar Superintelligence

[original_title]

fost-nepal.org – Microsoft kini mengambil langkah besar dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan tujuh model AI baru yang sepenuhnya dikembangkan di dalam negeri. Langkah ini diungkapkan oleh Mustafa Suleyman, CEO Microsoft AI, dalam sebuah wawancara di event Microsoft Build 2026. Suleyman mengungkapkan bahwa perubahan kontrak dengan OpenAI yang terjadi sekitar enam bulan lalu memberikan izin bagi Microsoft untuk mengejar apa yang disebutnya “superintelligence” menggunakan peneliti dan data internal sendiri.

Model-model baru tersebut, yang dinamakan MAI, mencakup berbagai kemampuan seperti pemrosesan kode, pembuatan gambar, dan transkripsi. Salah satu model andalannya, MAI-Thinking-1, merupakan model pemikiran dengan 35 miliar parameter aktif, yang diklaim dapat bersaing dengan model-model terkemuka di pasaran. Menariknya, semua model ini dilatih dari awal dengan data berkualitas tinggi dan tidak mengandalkan data dari laboratorium pesaing.

Suleyman menegaskan bahwa tujuan jangka panjang Microsoft adalah menciptakan sistem AI yang mampu bertahan dan berkembang secara mandiri, tidak hanya tergantung pada mitra seperti OpenAI. Dia juga mencatat bahwa Microsoft berkomitmen untuk membangun konsentrasi kemampuan AI yang tidak hanya berfokus pada chatbots, tetapi beralih ke agen AI otonom yang dapat menjalankan tugas di berbagai platform perangkat lunak.

Perkembangan ini merupakan bagian dari rencana lima tahun Microsoft untuk menjadi kekuatan AI yang mandiri. Dengan investasi besar-besaran pada infrastruktur komputasi dan pengembangan chip AI kustom, Microsoft berupaya untuk memfasilitasi pelatihan dan pengembangan model-model AI yang lebih canggih, dan secara bersamaan memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam industri AI yang terus berkembang.

Exit mobile version