Site icon fost-nepal

Microsoft Merekrut Mantan CEO Ai2 Ali Farhadi dan Peneliti Utama

[original_title]

fost-nepal.org – Microsoft telah merekrut sejumlah peneliti AI terkemuka dari Allen Institute for AI dan Universitas Washington, termasuk mantan CEO Ai2, Ali Farhadi. Proses perekrutan ini mencakup Farhadi, Hanna Hajishirzi, dan Ranjay Krishna, yang ditugaskan untuk bergabung dengan tim Mustafa Suleyman di Microsoft sambil tetap berstatus sebagai fakultas di Sekolah Ilmu Komputer dan Teknik UW. Penambahan ini juga mencakup Sophie Lebrecht, mantan COO Ai2.

Keputusan ini menyusul pengunduran diri Farhadi dari Ai2 yang diumumkan pada 12 Maret, setelah lebih dari dua setengah tahun memimpin lembaga penelitian nirlaba tersebut. Suleyman, yang kini memimpin tim Superintelligence Microsoft, baru-baru ini mempersempit fokusnya dari pengawasan produk Copilot konsumen menjadi pengembangan model AI tingkat lanjut.

Langkah ini diambil Microsoft untuk mengurangi ketergantungan pada OpenAI dalam pengembangan model-model AI terdepan, bersaing dengan perusahaan besar seperti Amazon dan Google. Tim Superintelligence, yang terbentuk pada November, bertujuan untuk mengembangkan model-model dasar yang lebih maju. Sebelumnya, Microsoft juga telah merekrut peneliti dari Google DeepMind, Meta, OpenAI, dan Anthropic.

Kehilangan peneliti terkemuka ini merupakan tantangan tersendiri bagi Ai2, yang didirikan pada 2014 oleh Paul Allen. Ajang Nvidia GTC baru-baru ini menjadi platform bagi Hajishirzi dan Krishna untuk membagikan pemikiran mereka mengenai model-model AI. Peter Clark, CEO sementara Ai2, menyampaikan bahwa lembaga ini tetap berkomitmen pada misinya dan berharap para mantan peneliti tersebut sukses dalam langkah baru mereka.

Sementara itu, perubahan dalam pendanaan juga memainkan peran penting dalam pengunduran diri para peneliti ini. Ai2 kini mendapatkan dukungan dari Fund for Science and Technology yang lebih menyukai aplikasi praktis AI, alih-alih pengembangan model-model tingkat lanjut.

Exit mobile version