Site icon fost-nepal

Morgan Stanley Memangkas Tugas Rekonsiliasi Berisiko Setengahnya

[original_title]

fost-nepal.org – Morgan Stanley telah berhasil menerapkan sistem kecerdasan buatan (AI) yang inovatif untuk mempercepat proses rekonsiliasi profit dan kehilangan (P&L) yang sangat penting dalam industri perbankan. Sistem yang disebut FIXR ini mampu memangkas waktu pengerjaan dari enam jam menjadi hanya dua hingga tiga jam, dengan melibatkan manusia secara intensif dalam pengambilan keputusan.

Di tengah tuntutan waktu yang ketat, tim kontroler mengalami banyak masalah ketika mencoba menyelaraskan data dari berbagai sistem finansial. Proses manual yang biasa dilakukan kini beralih ke sistem FIXR yang mengintegrasikan analisis otomatis atas ketidaksesuaian data. FIXR bekerja dengan melibatkan beberapa agen yang masing-masing memiliki tugas spesifik, seperti menyusun resolusi awal berdasarkan bimbingan masa lalu dan belajar dari pola perilaku kontroler.

Meskipun FIXR berfungsi secara otomatis, manusia tetap memegang peranan penting. Semua rekomendasi yang dihasilkan sistem harus direview dan disetujui oleh kontroler, sehingga menciptakan siklus umpan balik yang memperbaiki akurasi sistem dari waktu ke waktu. Todd Johnson, Direktur Morgan Stanley, menekankan bahwa meski otomatisasi meningkat, tanggung jawab manusia tetap krusial dalam menjaga kualitas keputusan yang diambil.

Dengan fokus pada optimasi proses sebelum penerapan AI, tim Morgan Stanley melakukan penilaian menyeluruh untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang cocok untuk otomatisasi. Hal ini bertujuan untuk membebaskan waktu kontroler agar bisa fokus pada analisis yang lebih bernilai.

Pengalaman Morgan Stanley dalam penerapan AI menunjukkan bahwa pendekatan berbasis proses dapat lebih berkelanjutan, berpotensi menyelesaikan tantangan efisiensi yang dihadapi banyak perusahaan di era digital saat ini.

Exit mobile version