fost-nepal.org – Kecerdasan buatan (AI) kini tengah mengalami perkembangan pesat, menciptakan istilah-istilah baru yang sering muncul dalam diskusi teknologi. Di berbagai pertemuan produk dan panel, istilah seperti AGI (Artificial General Intelligence) dan AI agent menjadi perbincangan hangat. AGI diartikan sebagai sistem AI yang memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan manusia dalam berbagai tugas. CEO OpenAI, Sam Altman, menggambarkan AGI sebagai sosok yang setara dengan rekan kerja manusia.
AI agent merupakan alat yang memanfaatkan teknologi AI untuk menjalankan serangkaian tugas secara mandiri, seperti mengelola pengeluaran atau mengbooking restoran. Saat ini, infrastruktur yang mendukung kemampuan ini terus dikembangkan. Dalam konteks modern, AI agent dapat melakukan tugas kompleks dengan memanfaatkan berbagai sistem AI.
Di sisi lain, model pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi struktur penting dalam mengembangkan AI. Ini mengikuti pola interkoneksi neuron dalam otak manusia dan mampu mengenali karakteristik penting dalam data tanpa memerlukan definisi dari manusia. Namun, pelatihan model ini memerlukan banyak data untuk menghasilkan output yang baik.
Proses penting lainnya adalah ‘training’ yang memungkinkan model AI mempelajari pola dari data yang diberikan. Sumber daya komputasi yang kuat sangat penting dalam setiap tahap ini, dan saat ini, industri AI mengalami kelangkaan chip RAM yang dapat mempengaruhi berbagai sektor teknologi.
Dalam dunia AI, istilah-istilah ini penting untuk dipahami karena mendefinisikan arah perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Seiring dengan kemajuan teknologi, pemahaman terhadap istilah-istilah ini menjadi kunci untuk mengikuti perkembangan yang terus berlangsung.