Site icon fost-nepal

Pelanggan Tanggapi Mesin Inventaris Otonom di Toko Seattle

[original_title]

fost-nepal.org – Dalam upaya meningkatkan pengalaman belanja, Tally, robot otonom, kini hadir di toko Fred Meyer di lingkungan Greenwood, Seattle. Robot ini dilengkapi dengan kamera dan teknologi penglihatan komputer yang memungkinkan Tally melakukan pemindaian otomatis terhadap label produk di rak.

Saat melakukan pemantauan minggu lalu, robot ini menarik perhatian pengunjung yang merasa penasaran sekaligus mempertanyakan dampak otomatisasi dalam dunia ritel. Salah seorang pembeli bernama Mark mengungkapkan, “Ini sangat futuristik, seolah kita berada di masa depan.” Fred Meyer, yang dimiliki oleh Kroger, mulai menguji teknologi ini pada tahun 2024 untuk mendapatkan informasi real-time terkait inventaris produk.

Tally tidak hanya terlihat di Seattle, tetapi juga di berbagai lokasi di negara bagian Washington. Menurut Tiffany Sanders, kepala urusan publik untuk Fred Meyer, teknologi ini membantu karyawan dalam mengidentifikasi produk yang habis atau hampir habis sehingga mereka dapat lebih fokus pada pelayanan pelanggan.

Meskipun demikian, detail mengenai jumlah toko yang menggunakan teknologi ini serta dampaknya terhadap pekerjaan manusia belum diungkapkan. Kroger juga baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mengurangi sekitar sepertiga dari tenaga kerjanya dalam restrukturisasi besar-besaran yang dipimpin oleh CEO Greg Foran.

Dikembangkan oleh Simbe Robotics, Tally bertujuan untuk mempermudah pengelolaan inventaris dengan cara yang lebih efisien, meskipun kehadirannya menimbulkan kekhawatiran terkait privasi. Beberapa pengunjung merasa curiga akan pengumpulan data yang mungkin dilakukan oleh robot tersebut.

Sementara itu, perusahaan teknologi seperti Augmodo mengusulkan solusi alternatif, yaitu memanfaatkan tenaga manusia untuk pelacakan inventaris dengan memperkenalkan teknologi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi tanpa menambah beban pada pegawai. Di tengah tren otomatisasi ini, muncul kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap tenaga kerja dan privasi di era digital.

Exit mobile version