Site icon fost-nepal

Penggiat Senjata Kanan Berusaha Membenarkan Pembunuhan Alex Pretti

fost-nepal.org – Brandon Herrera, seorang influencer senjata ternama dengan lebih dari 4 juta pengikut di YouTube, mengungkapkan pendapatnya mengenai kematian seorang individu bernama Pretti dalam video yang diunggah minggu ini. Herrera menyatakan meski tragis, kesalahan pada akhirnya terletak pada Pretti sendiri. Dia menegaskan, “Pretti tidak layak mati, namun tidak juga hanya sekadar eksekusi tanpa dasar.” Herrera menambahkan bahwa Pretti terlibat dalam tindakan yang dianggap mengganggu operasi Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE), dan jika seseorang menghalangi petugas dalam melaksanakan tugasnya, bisa berujung pada konfrontasi fisik.

Dalam video tersebut, Herrera didampingi oleh mantan polisi dan influencer senjata lainnya, Cody Garrett, yang dikenal sebagai Donut Operator. Mereka berdua juga mengkritik para imigran dalam konteks kejadian tersebut. Herrera berpendapat bahwa media akan tidak fokus pada statistik kecelakaan yang melibatkan pengemudi mabuk, yang sering kali merupakan imigran.

Pernyataan ini memicu kritikan mengenai hipokrasi dari pihak tertentu yang membela tindakan Kyle Rittenhouse, yang dikenal karena insiden penembakan pada tahun 2020 saat protes di Kenosha, Wisconsin. Rittenhouse yang membawa senjata mendalami debat terkait kekerasan bersenjata dan reaksi terhadap penegakan hukum.

Diskusi mengenai kematian Pretti juga menyentuh pandangan di kelompok media sosial, di mana beberapa anggota mengecam pilihan Pretti untuk membawa senjata ke lokasi protes. Sementara itu, sejumlah grup ekstremis menanggapi dengan kritik terhadap kebijakan pemerintahan yang menyangkut kepemilikan senjata saat protes. Mereka menyuarakan ketidakpuasan terhadap peraturan yang dianggap membatasi hak untuk membawa senjata dalam situasi berisiko.

Exit mobile version