Site icon fost-nepal

Phia Dituduh Melakukan ‘Cookie Stuffing’ untuk Untung Afiliasi

fost-nepal.org – Aplikasi belanja Phia, yang didirikan oleh Phoebe Gates, putri Bill Gates, bersama Sophia Kianni, tengah menghadapi tuduhan praktik yang dikenal sebagai “cookie stuffing.” Tindakan ini diduga membantu aplikasi mendapatkan komisi dari penjualan yang sebenarnya tidak mereka hasilkan, menurut penyelidikan yang dilakukan oleh Bloomberg.

Tuduhan ini menimbulkan kontroversi dan berujung pada penangguhan Phia dari Impact.com, sebuah platform afiliasi terkemuka. Praktik “cookie stuffing” ini bukanlah hal baru; sebelumnya, startup lain seperti Honey yang dimiliki PayPal juga terlibat dalam gugatan hukum serupa.

Phia didirikan pada tahun 2025 dan telah berhasil mengumpulkan lebih dari $40 juta dari berbagai investor, termasuk Khloé Kardashian dan Hailey Bieber. Aplikasi ini berfungsi sebagai ekstensi peramban yang membantu pengguna menemukan barang dengan harga terendah di berbagai pengecer, serta kode diskon untuk berbelanja. Sebagaimana praktik umum dalam industri ini, Phia mendapatkan komisi dari pembelian yang dilakukan melalui platformnya.

Menurut penyelidikan Bloomberg, serta temuan dari konsultan independen dan pesaing, saat pengguna berbelanja di pengecer online, Phia dapat membuka tab baru di latar belakang. Pada proses checkout, Phia akan menimpa kode referal dari afiliasi lain dan menyuntikkan kode miliknya sendiri, sehingga memungkinkan mereka untuk mengklaim komisi dari penjualan yang tidak valid.

Setelah isu ini dilaporkan, juru bicara Phia menyatakan bahwa perubahan yang diperlukan telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Meskipun demikian, verifikasi yang dilakukan oleh Bloomberg menunjukkan bahwa masalah ini telah diatasi. Namun, belum jelas apakah perbaikan ini cukup memuaskan pengecer serta mitra afiliasi yang bekerja sama dengan Phia. Upaya untuk menghubungi Phia untuk komentar masih belum mendapatkan tanggapan.

Exit mobile version