fost-nepal.org – Teknik peretasan iPhone yang canggih kini menjadi ancaman serius bagi pengguna ponsel tersebut. Peneliti dari Google serta perusahaan keamanan siber iVerify dan Lookout baru-baru ini mengungkapkan penemuan metode peretasan bernama DarkSword yang dapat mengambil alih perangkat iOS dengan cara yang instan dan diam-diam. Metode ini telah ditemukan digunakan di situs-situs web yang terinfeksi dan dapat mengeksploitasi perangkat yang menjalankan versi iOS 18, yang masih digunakan oleh sekitar 25% pengguna iPhone.
Rocky Cole, CEO iVerify, memperingatkan bahwa banyak pengguna iOS berisiko kehilangan data pribadi hanya dengan mengunjungi situs populer. DarkSword, baru-baru ini terungkap, digunakan bersamaan dengan toolkit peretasan lainnya bernama Coruna, yang terkait dengan kelompok mata-mata yang didukung negara Rusia. Kedua metode ini dimanfaatkan dengan menyisipkannya pada komponen situs web resmi Ukraina, termasuk outlet berita dan lembaga pemerintah.
Lebih mengkhawatirkan, kode DarkSword yang penuh dan tidak terhalang telah dibagikan di situs-situs tersebut, memberikan kesempatan kepada kelompok peretas lain untuk menggunakan teknik yang sama. Matthias Frielingsdorf, peneliti di iVerify, menyatakan bahwa setiap orang dapat dengan mudah mengakses kode tersebut dan mulai menyerang pengguna iPhone lainnya.
DarkSword bekerja dengan cara yang lebih halus dibandingkan dengan perangkat lunak mata-mata tradisional, memanfaatkan proses sistem yang sah dalam iOS untuk mencuri data seperti kata sandi, foto, serta informasi dari aplikasi pesan seperti iMessage dan WhatsApp. Meskipun fokus utamanya adalah mata-mata, DarkSword juga mencuri kredensial dompet cryptocurrency, menunjukkan adanya kemungkinan modus operandi kejahatan siber untuk keuntungan finansial.
Apple belum memberikan komentar atas temuan ini, sementara Google hanya merilis informasi melalui blog resmi mereka. Para peneliti terus mengevaluasi situasi ini, menekankan pentingnya pengguna untuk menjaga keamanan data pribadi mereka.