Site icon fost-nepal

Rumah Putih Minta OpenAI Tunda Rilis Model Baru Karena Keamanan

fost-nepal.org – Rilis model terbaru OpenAI, GPT 5.6, diperkirakan tidak akan mengikuti pola rilis sebelumnya. Alih-alih disebarkan secara luas, perusahaan tersebut berencana untuk membagikannya hanya kepada sekelompok mitra terdekat. Hal ini dipicu oleh permintaan dari pemerintah AS yang saat itu dipimpin oleh pemerintahan Trump. Dalam sebuah pertemuan baru-baru ini, CEO OpenAI, Sam Altman, mengungkapkan bahwa akses model akan disetujui pemerintah secara bertahap selama periode prarilis.

Pemerintah setempat telah menjalin komunikasi dekat dengan OpenAI terkait rilis ini. Dua kantor yang terlibat dalam permintaan untuk rilis terbatas adalah Kantor Direktur Siber Nasional dan Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Trump mulai mendorong pengawasan federal terhadap model-model baru AI, meski sebelumnya mengambil pendekatan yang lebih longgar.

Bulan ini, Trump menandatangani perintah eksekutif yang meminta perusahaan-perusahaan AI untuk mengajukan model baru untuk diuji pemerintah sebelum dirilis ke publik. Hal ini menciptakan perdebatan mengenai apakah langkah-langkah ini benar-benar bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan teknologi atau sekadar respons terhadap tekanan industri.

Di sisi lain, perusahaan Anthropic juga mengalami kontroversi saat meluncurkan model baru mereka, Claude Mythos, yang hanya akan dibagikan kepada sejumlah kecil mitra lewat program Project Glasswing. Mereka berargumentasi bahwa model tersebut terlalu kuat dan berpotensi disalahgunakan. Ketika alat otomatis semakin banyak digunakan oleh para penjahat siber, risiko terhadap keamanan jaringan menjadi semakin tinggi, terutama dengan kemampuan model baru ini yang dapat mengidentifikasi dan mengeksploitasi kerentanannya dengan cepat. Meski demikian, tetap sulit untuk menilai sejauh mana ancaman ini apabila model-model tersebut tidak diakses publik.

Exit mobile version