fost-nepal.org – Satellite Otter Pup 2 milik Starfish Space kini tengah melaksanakan misi pengujian setelah hampir sebelas bulan peluncurannya. Misi ini berfokus pada pertemuan dengan satelit ElaraSat yang berlokasi di Australia, setelah rencana sebelumnya untuk terhubung dengan satelit D-Orbit ION dibatalkan.
Peluncuran ElaraSat terjadi bersamaan dengan misi rideshare SpaceX yang juga membawa Otter Pup 2 ke orbit pada bulan Juni tahun lalu. Trevor Bennett, salah satu pendiri Starfish Space, menyatakan bahwa para tim Gilmour Space, perusahaan yang bertanggung jawab atas ElaraSat, sangat antusias untuk berkolaborasi dalam misi ini. Gilmour Space percaya bahwa kemampuan untuk melakukan rendezvous dan docking secara otomatis akan sangat penting bagi operasi luar angkasa yang berkelanjutan di masa depan.
Otter Pup 2 dirancang untuk menguji teknologi dan prosedur yang nantinya akan diterapkan pada pesawat luar angkasa Otter secara penuh. Teknologi ini termasuk pemeriksaan, pelayanan, dan pembuangan satelit. Meski prototipe pertama mengalami kendala logistik, pencapaian pengujian sebelumnya bersama Impulse Space menunjukkan bahwa perangkat lunak Starfish dapat digunakan dengan satelit lain untuk mendekati objek di orbit.
Selama beberapa bulan terakhir, tim Starfish telah memanipulasi Otter Pup 2 untuk memasuki orbit yang tepat dan semakin mendekati ElaraSat. Langkah selanjutnya adalah mengurangi jarak hingga sekitar 10 kilometer, di mana Otter Pup 2 akan mulai melakukan pengambilan gambar dan inspeksi mendalam. Misi docking ini akan disiarkan secara langsung, memberikan gambaran proses nyata dari tahap docking ini.
Meskipun fokus utama adalah pada keselamatan dan keberhasilan docking, Bennett menegaskan bahwa jika semuanya berjalan baik, akan ada peluang untuk mengeksplorasi lebih lanjut potensi pesawat luar angkasa ini.