fost-nepal.org – Dalam era ketergantungan yang semakin meningkat terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI), banyak perusahaan besar mengalami kesulitan dalam implementasinya. Hal ini mendorong munculnya organisasi yang dikenal sebagai forward-deployed engineers (FDEs) untuk membantu perusahaan mengoperasikan sistem AI dengan efektif. Efrat Rapoport, mantan eksekutif Salesforce dan salah satu pendiri perusahaan baru bernama June, menyatakan bahwa permintaan akan layanan profesional justru meningkat akibat implementasi AI yang kompleks.
June, yang didirikan oleh Rapoport dan tiga rekannya, Ohad Hen, Barak Goldstein, serta Idan Tsitiat, baru saja mengumpulkan dana awal sebesar 20 juta dolar AS. Pendanaan ini dipimpin oleh Time Ventures milik Marc Benioff, dengan dukungan dari tokoh teknologi lainnya. Mereka berfokus pada cara baru untuk mendukung perusahaan dalam mengimplementasikan AI, sekaligus menangani berbagai tantangan yang ada, terutama terkait sistem data yang sudah ada.
Dalam pandangan Rapoport, meski banyak perusahaan mengkhawatirkan keberadaan AI yang dapat menggantikan pekerjaan mereka, kenyataannya adalah bahwa banyak sistem AI masih harus berintegrasi dengan platform manajemen data yang ada. Rapoport menjelaskan, proses implementasi AI harus mempertimbangkan data yang terfragmentasi dan utang teknis yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.
Platform June dirancang untuk membantu menganalisis sistem perusahaan yang sudah ada, menemukan kendala, dan membangun proses baru berbasis agen secara otomatis. Dalam pengalamannya, Paul Akinmade, chief strategy officer di CMG, mengungkapkan bagaimana June membantu timnya mengatasi kendala dalam integrasi perangkat lunak dengan Salesforce.
Melalui alat ini, Rapoport berharap klien tidak lagi tergantung pada FDEs, tetapi mendapatkan solusi yang lebih mudah untuk diimplementasikan, yang dapat diandalkan dalam lingkungan usaha yang kompleks.