fost-nepal.org – American Express (Amex) sedang mengembangkan sistem yang memungkinkan agen kecerdasan buatan (AI) untuk berbelanja dan melakukan pembayaran atas nama pengguna. Saat ini, sistem ini terbatas pada jaringan pembayaran internal Amex, yang masih menyimpan beberapa ketidakjelasan yang dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan dan kemampuan untuk diaudit.
Amex terlibat dalam berbagai proyek protokol perdagangan yang melibatkan agen, termasuk Protokol Pembayaran Agen (AP2) dari Google, yang berfokus pada interoperabilitas. Namun, kit pengembang pengalaman perdagangan agen (ACE) milik Amex menjanjikan kontrol transaksi yang lebih baik dalam lapisan pembayaran. Meskipun demikian, transparansi dalam proses validasi masih menjadi isu, di mana sistem ditutup digunakan untuk memverifikasi transaksi yang dipimpin oleh agen.
Luke Gebb, Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Kepala Inovasi global Amex, mengungkapkan keyakinan bahwa model ini adalah kunci untuk kemajuan perdagangan berbasis agen. Menurutnya, kepercayaan dan keamanan adalah faktor krusial untuk kemajuan di bidang ini. Amex memiliki keunggulan berbeda dibandingkan lembaga keuangan lainnya, karena mampu mengarahkan transaksi melalui Jaringan American Express.
Sistem ACE berupaya mengatasi masalah utama dalam perdagangan agen, yakni kepercayaan, kontrol, dan akuntabilitas. Meskipun klaim Amex tentang validasi dianggap belum jelas, upaya mereka menciptakan identitas dan tujuan agen bertujuan untuk membangun kepercayaan yang dibutuhkan oleh sistem ini.
Kits pengembang ACE ini menawarkan layanan terintegrasi yang memfasilitasi pendaftaran agen, pemberian akses akun, serta pemrosesan transaksi dengan batasan yang jelas. Dengan langkah-langkah ini, Amex berharap untuk menciptakan ekosistem perdagangan agen yang lebih aman dan dapat diandalkan.