fost-nepal.org – Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin diandalkan dalam produk elektronik, seperti yang terlihat pada televisi terbaru dari Samsung. Dalam acara Netflix berjudul Legends, proses AI digunakan untuk meningkatkan kontras dalam adegan di ruangan yang minim cahaya. Hal ini juga dialami penonton saat menyaksikan film Awake, di mana karakter utama tetap terlihat jelas meskipun dalam pencahayaan yang redup. Dampak serupa terlihat pada video wawancara WIRED di YouTube, yang tampak jelas dan penuh warna, berbeda dengan televisi murah yang lebih terlihat seperti layar komputer.
Menjelang Piala Dunia, Samsung memperkenalkan fitur suara berbasis AI yang menonjolkan suara penyiar dan meredam suara kerumunan, memberikan pengalaman menonton sepak bola yang lebih fokus. Meskipun ada kendala dengan pengaturan audio, kemampuan Dolby Atmos memperkaya pengalaman menonton, seperti saat menyaksikan film Unbroken.
Namun, beberapa masalah teknis ditemukan, seperti ketidakcocokan dengan Google Cast saat mencoba streaming Alien: Romulus dari ponsel Android serta kesulitan otentikasi saat bermain game cloud di GeForce NOW. Pihak Samsung sedang menyelidiki masalah ini.
Meskipun kendala tersebut, The Frame Pro dianggap sebagai layar gaming yang berkualitas. Gamer dapat menghubungkan konsol atau PC gaming melalui port Mini HDMI atau melalui kotak Wireless One Connect, yang mendukung refresh rate hingga 240 Hz. Kinerja permainan Crimson Desert berjalan mulus tanpa gangguan, sementara Senua’s Saga: Hellblade II juga terlihat cerah pada tampilan ini.
The Frame Pro 2026 mengedepankan desain yang menawan dengan peningkatan pada sistem operasi Tizen dan lapisan anti silau. Meskipun harganya lebih tinggi dibandingkan dengan produk lain seperti Amazon Ember Artline, kualitas gambar dan warna realistis menjadikannya pilihan utama bagi pencinta teknologi tinggi.