fost-nepal.org – WhatsApp baru-baru ini mengumumkan peluncuran fitur baru bernama Incognito Chat, yang dirancang untuk memungkinkan pengguna berkomunikasi secara pribadi dengan Meta AI. Dengan fitur ini, baik pertanyaan maupun jawaban yang dihasilkan tidak dapat diakses oleh Meta, menegaskan komitmennya terhadap privasi pengguna. Incognito Chat merupakan bagian dari skema Pemrosesan Pribadi yang diluncurkan setahun lalu, yang juga mendasari fitur AI lain dalam WhatsApp, seperti alat ringkasan pesan.
Fitur ini bertujuan untuk memberikan integrasi AI dalam platform komunikasi yang tetap sejalan dengan penyandian end-to-end yang menjamin keamanan percakapan. Sementara kebanyakan platform AI generatif menawarkan mode “incognito”, mode tersebut umumnya tidak sepenuhnya menghilangkan jejak percakapan dari penyedia layanan. Sebaliknya, dengan Incognito Chat, WhatsApp hanya dapat mengetahui bahwa fitur tersebut digunakan oleh akun tertentu.
Meta mengundang pihak ketiga untuk melakukan audit dan melaporkan kerentanan terhadap Pemrosesan Pribadi, serta memastikan bahwa Incognito Chat akan diawasi oleh pakar untuk menjamin keandalannya. Meskipun begitu, pengguna tetap harus mempercayai Meta untuk menjaga privasi saat menggunakan WhatsApp.
WhatsApp menyebutkan bahwa Incognito Chat bersifat sementara, di mana pesan akan hilang setelah sesi percakapan selesai. Saat ini, fitur ini hanya mendukung komunikasi berbasis teks, namun pengembangan untuk pemrosesan gambar dan pengenalan suara sedang dalam proses. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir latensi dan memenuhi tuntutan penggunaan AI dalam lingkungan cloud yang aman.
Sebagai tambahan, Meta juga memperkenalkan fitur baru bernama “Side Chat with Meta AI” yang memungkinkan pengguna berdiskusi dengan AI tentang percakapan yang sedang berlangsung dengan orang lain, tanpa mengungkapkan informasi sensitif. Fitur ini menunjukkan komitmen Meta untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna dalam berinteraksi dengan teknologi AI.