fost-nepal.org – Sebuah kelompok peretas yang terkait dengan negara Tiongkok berhasil membobol laptop eksekutif dalam konferensi industri pertanian di Pulau Hainan pada musim semi 2026. Metode yang digunakan bukan melalui phishing atau pelanggaran jaringan, melainkan dengan masuk ke dalam kamar hotel dan menghidupkan perangkat menggunakan USB saat para eksekutif sedang makan malam.
CrowdStrike, sebuah perusahaan keamanan siber, menyatakan bahwa kampanye tersebut telah diungkap dalam Laporan Perburuan Ancaman 2026. Dalam wawancara, Adam Meyers, Wakil Presiden Senior CrowdStrike, menjelaskan rincian bagaimana peretas memasuki dua kamar hotel dan menulis malware bernama FlowCloud ke dalam penyimpanan laptop sebelum reboot. Serangan ini tidak melibatkan intrusi jaringan, sehingga sulit untuk dideteksi.
Intrusi tersebut terjadi antara Maret dan Mei 2026, dengan waktu okupasi yang akurat. CrowdStrike menilai bahwa OVERCAST PANDA kemungkinan akan terus melakukan tindakan serupa. FlowCloud yang dipakai sudah ada selama bertahun-tahun, pernah terdeteksi dalam serangan terhadap utilitas di Amerika Serikat.
Para peneliti keamanan menyebut jenis serangan ini sebagai “evil maid attack,” yang menggambarkan situasi di mana perangkat yang tidak diawasi dapat disusupi saat pemiliknya tidak ada. Meyers mencurigai bahwa Operasi OVERCAST PANDA di belakangnya adalah dinas intelijen Tiongkok. Sebuah insiden serupa juga terjadi kepada profesional media berbasis AS yang menggunakan teknik yang sama.
CrowdStrike telah mengingatkan bahwa kontrol keamanan dari firmware dan kebijakan harus diperketat. Menurut Meyers, perangkat yang dapat di-boot melalui USB perlu diaudit untuk mencegah penyusupan lebih lanjut. Langkah-langkah tersebut mencakup pengaktifan enkripsi disk penuh dan autentikasi pr-boot.