fost-nepal.org – Para ilmuwan Amerika Serikat baru-baru ini membuat terobosan signifikan dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan virus fungsional pertama yang tidak ada di alam. Inovasi ini dapat mempercepat kemajuan dalam bidang medis, tetapi juga menimbulkan risiko serius terkait keamanan hayati. Penelitian tersebut, yang dipublikasikan dalam jurnal Science pada 6 Agustus 2026, dilakukan oleh tim dari Universitas Stanford dan Broad Institute dari MIT serta Harvard.
Dalam studi tersebut, para peneliti merancang ribuan genom virus utuh menggunakan AI. Dari hampir 300 desain yang diciptakan, 16 virus berhasil disintesis dan diuji di laboratorium, menghasilkan virus yang berfungsi. Virus yang dihasilkan adalah bakteriofag, yang menginfeksi bakteri dan tidak membahayakan manusia. Virus ini didesain berdasarkan fag alami bernama ΦX174 dan menunjukkan efektivitas yang lebih baik dalam melawan galur bakteri E. coli yang resisten.
Meskipun penggunaan AI dalam desain gen dan protein individual sudah umum, penelitian ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa model generatif dapat merancang keseluruhan genom virus yang aktif. Fatemeh Vafaee, profesor bioteknologi di University of New South Wales, mengingatkan bahwa meskipun bakteriofag tersebut aman, kemampuan merancang virus baru menimbulkan kekhawatiran di masa depan. Ia menyerukan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap perkembangan teknologi ini.
Para ahli menjelaskan bahwa meskipun menciptakan patogen berbahaya bagi manusia jauh lebih sulit, keberhasilan dalam mendesain bakteriofag layak diwaspadai. Penemuan ini membuka diskusi penting mengenai etika dan keamanan dalam pemanfaatan AI dalam penelitian biomedis.