[original_title]

Bungie Minta Maaf kepada Fans dan Buka Kembali Konten Destiny

fost-nepal.org – Bungie, studio video game yang berbasis di Bellevue, Washington, telah memulai minggu ini dengan permintaan maaf dari kepala studio baru, Poria Torkan. Permintaan maaf ini muncul sebagai upaya untuk memenangkan kembali hati para pemain setelah serangkaian kesalahan dalam manajemen dan produk mereka. Dalam sebuah blog dan video yang dirilis pada Senin pagi, Torkan dan Josh Deane, kepala produk Bungie, secara langsung berbicara kepada komunitas Bungie mengenai proyek terbaru mereka, termasuk game extraction shooter, Marathon, dan masa depan franchise Destiny.

Torkan mengakui bahwa Bungie, yang telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun, kehilangan fokus dalam beberapa tahun terakhir, yang mengakibatkan hilangnya kepercayaan dari pemain dan pengunduran diri beberapa rekan kerja. Meski sebelumnya Bungie menikmati kesuksesan luar biasa setelah akuisisi oleh Sony senilai $3,6 miliar, studio ini terkena dampak pemangkasan karyawan yang cukup signifikan, dengan 290 orang dipecat pada bulan Juni lalu.

Torkan menegaskan bahwa untuk mendapatkan kembali kepercayaan komunitas, Bungie harus menghadirkan permainan yang melebihi ekspektasi pemain. Salah satu langkah awal adalah mengembalikan konten yang telah “dijahit” dari Destiny 2, menjadikan game tersebut lebih inklusif bagi pemain baru dan lama. Meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan Destiny 3, mereka berjanji untuk terus mengembangkan saga Destiny.

Bungie juga berkomitmen untuk mengembangkan Marathon sebagai pengalaman survival yang lebih mendalam, memberikan lebih banyak kebebasan bagi pemain. Dalam setiap langkah, Torkan dan Deane mencantumkan pentingnya mendengarkan komunitas dan memastikan bahwa permainan yang dibuat kembali memenuhi keinginan pemain. Dengan harapan mengembalikan Destiny ke posisinya sebagai “rumah” bagi pemain, Bungie bertekad untuk membangun masa depan yang lebih cerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *