[original_title]

Orkestra Agen: Masalah Implementasi AI Perusahaan, Bukan Platform

fost-nepal.org – Dalam penelitian terbaru, terungkap bahwa strategi orkestrasi agen di kalangan perusahaan cukup pesat, tetapi realitas pelaksanaan masih jauh dari harapan. Penelitian yang melibatkan 101 perusahaan ini menunjukkan bahwa mayoritas masih menggunakan platform penyedia model, dengan Claude dari Anthropic menjadi pemimpin dengan pangsa pasar 40%. Sementara Microsoft dan OpenAI masing-masing menyusul dengan 18% dan 13%.

Meskipun ada keinginan untuk mengoptimalkan orkestrasi agen dalam berbagai langkah, kenyataannya, 71% responden mengakui bahwa kurang dari 25% agen yang digunakan adalah alur kerja yang terorkestrasi secara nyata, dengan hanya 10% yang melampaui setengah dari total portofolio. Banyak perusahaan menyadari bahwa mereka masih terjebak dalam penggunaan chatbot sederhana yang tidak memenuhi kebutuhan alur kerja yang kompleks.

Dalam konteks investasi, anggaran lebih banyak dialokasikan untuk alat orkestrasi alur kerja (34%), sementara aspek keamanan dan izin menyusul di angka 25%. Namun, lebih dari seperempat responden tidak memiliki cara real-time untuk mengontrol pengeluaran anggaran dari agen yang tidak terawasi.

Para pemimpin perusahaan mengharapkan struktur kontrol hibrida yang menggabungkan pengelolaan internal dan ekternal untuk menghindari risiko kuncian dari penyedia. Mencermati rencana strategis di tahun depan, banyak perusahaan berupaya membangun kontrol internal dan lebih memproduksi alur kerja mereka.

Kesimpulannya, meskipun ada kemajuan dalam pengembangan platform dan investasi, ketidakcocokan antara ambisi orkestrasi dan realitas pelaksanaan masih menjadi tantangan utama bagi perusahaan, yang perlu ditangani agar dapat memanfaatkan potensi penuh dari teknologi yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *