fost-nepal.org – Amazon dilaporkan sedang memotong tulang punggung buku-buku lama dan memindai halaman-halamannya di fasilitas yang berlokasi di Las Vegas. Tindakan ini diduga bertujuan untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) menggunakan teks yang sulit ditemukan di tempat lain. Meskipun perusahaan belum memberikan konfirmasi resmi mengenai tujuan tersebut, mereka mengklaim hanya membeli buku melalui saluran komersial untuk mengembangkan produk dan layanan yang digunakan pelanggan.
Penyelidikan ini terungkap berkat karya jurnalistik dari salah satu pelapor yang menggunakan AirTag dari Apple untuk melacak pergerakan buku langka. Buku tersebut dikirim dari California menuju Milwaukee dan akhirnya sampai di gudang Amazon di Las Vegas yang dikenal sebagai LAS8. Di lokasi ini, terdapat dua operasi yang terpisah; satu untuk memotong buku dan lainnya untuk memindai kode batang.
Buku-buku yang dipesan dalam jumlah besar umumnya tidak termasuk judul yang sangat langka, menunjukkan bahwa pembeli sedang berusaha secara sistematis melalui nomor seri buku yang diterbitkan. Tindakan ini menimbulkan keprihatinan di kalangan penjual buku, yang mengungkapkan bahwa buku-buku tersebut memiliki nilai sejarah dan sentimental yang tinggi, tetapi perusahaan-perusahaan AI tidak memperdulikan hal itu.
Pengembangan terbaru di VGT3 menimbulkan diskusi terkait apakah pemotongan dan pemindaian buku ini untuk tujuan lain di luar pelatihan AI. Amazon sendiri telah melakukan digitalisasi buku selama dua dekade, tetapi program tersebut umumnya bergantung pada file yang diserahkan oleh penerbit. Namun, untuk buku-buku langka ini, pemotongan dianggap sebagai metode yang efisien untuk mempercepat proses pemindaian.
Secara keseluruhan, situasi ini memberikan gambaran menarik tentang pemanfaatan teknologi sehari-hari untuk menemukan fakta-fakta penting yang mungkin terlewatkan sebelumnya.