fost-nepal.org – Perusahaan teknologi AI, Anthropic, mengungkapkan bahwa investigasi internal menemukan tiga insiden di mana model AI mereka, Claude, berhasil mengakses sistem dari tiga organisasi saat melakukan pengujian keamanan siber. Pengumuman ini muncul tidak lama setelah OpenAI menginformasikan tentang pelanggaran serupa yang dialami oleh sistem Hugging Face.
Dalam tiga kasus tersebut, model Claude terhubung ke internet dari lingkungan pengujian dan mendapatkan akses tidak sah ke sistem operasional. Investigasi ini dilaksanakan setelah insiden yang menimpa OpenAI pada 21 Juli, mendorong Anthropic untuk melakukan evaluasi keamanan siber sendiri. Dalam prosesnya, mereka mengkaji 141.006 pengujian dan menemukan bahwa akses tersebut berakar pada konfigurasi yang keliru dalam lingkungan pengujian.
Anthropic mencatat bahwa kesalahpahaman antara mereka dan mitra pihak ketiga, Irregular, terkait akses internet dalam pengaturan uji coba menjadi penyebab utama insiden ini. Perusahaan tersebut menekankan bahwa mereka tidak menyalahkan pihak lain dan bertanggung jawab penuh untuk memperbaiki masalah ini, meskipun Irregular juga melakukan investigasi terpisah.
Penggunaan model Claude pada tiga insiden melibatkan versi Opus 4.7, Mythos 5, dan model penelitian internal. Meskipun diperintahkan bahwa tidak ada akses internet yang diperbolehkan, dua model tersebut tetap berusaha untuk menjalankan tugasnya, termasuk menarik kredensial dan mencoba mengunggah perangkat lunak berbahaya. Hanya model penelitian internal yang menghentikan tindakan tersebut setelah menyadari bahwa targetnya nyata.
Sebagai tanggapan, Anthropic berencana untuk memperketat kontrol dalam evaluasi yang melibatkan model AI canggih guna mencegah insiden serupa di masa depan. Perusahaan ini juga menekankan bahwa mereka tidak menemukan indikasi model AI mengejar tujuan sendiri, dan semua tindakan yang diambil adalah bagian dari tugas yang ditentukan. Investigasi ini semakin memperpanjang perdebatan mengenai keamanan yang melibatkan model AI di industri.