fost-nepal.org – Kamera Sigma BF mengundang perhatian dengan fitur penyimpanan 256 gigabyte yang terintegrasi. Meskipun banyak fotografer yang biasanya memilih kartu penyimpanan yang bisa dilepas untuk kemudahan penggunaan, kapasitas penyimpanan internal ini dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan fotografer amatir. Hal ini mengingat bahwa pengguna jarang kali mengisi penuh ruang penyimpanan sebelum mengunggah gambar ke laptop.
Namun, kamera ini menghadapi kritik karena tidak dilengkapi dengan viewfinder, yang menjadi kekurangan signifikan bagi sebagian fotografer. Bagi mereka yang terbiasa menggunakan viewfinder, tidak adanya fitur ini dapat mengganggu kenyamanan saat mengambil gambar. Selain itu, layar belakang kamera sulit digunakan dalam kondisi cahaya terang, sehingga mengurangi kemampuan pengguna dalam mengatur komposisi gambar. Kesulitan ini semakin diperparah dengan tidak adanya fungsi tilting pada layar tersebut, yang membuat pengambilan gambar dari sudut rendah menjadi tantangan.
Pengaturan brightness layar yang tinggi dapat membantu dalam situasi berangin, tetapi juga menguras daya baterai. Sigma mengklaim bahwa kamera ini dapat mengambil sekitar 260 foto dalam satu kali pengisian daya, namun angka ini turun drastis jika layar terus-menerus disetel terang.
Meskipun ada banyak kelemahan, kamera Sigma BF memiliki daya tarik bagi fotografer yang mencari tantangan dalam hasil jepretan mereka. Produk ini tidak ditujukan untuk metode pengambilan gambar “spray and pray,” melainkan mendorong pengguna untuk lebih berpikir dan beradaptasi dengan keterbatasannya. Dengan pendekatan yang tepat, kamera ini berpotensi menghasilkan gambar yang luar biasa. Meskipun tidak direkomendasikan untuk semua orang, keunikan desainnya bisa menarik perhatian sekelompok fotografer di masa depan.