fost-nepal.org – Amazon akan memperluas layanan pengiriman drone di hampir 500 kota dan desa di Amerika Serikat pada akhir tahun ini. Inovasi ini merupakan langkah signifikan dalam jaringan Prime Air, yang memungkinkan pengiriman paket ringan dalam waktu kurang dari 30 menit setelah pemesanan.
Perkembangan ini adalah hasil dari upaya yang telah berlangsung selama hampir 13 tahun. Pendiri Amazon, Jeff Bezos, pertama kali memperkenalkan Prime Air pada tahun 2013 melalui program televisi, menampilkan prototipe drone yang mengundang reaksi skeptis dari publik. Bezos menyatakan pada saat itu bahwa meyakinkan FAA mengenai keselamatan drone akan menjadi tantangan terbesar.
Meski begitu, teknologi dan regulasi yang dibutuhkan untuk pengoperasian drone berjalan lebih lambat dari yang diharapkan Amazon. Menurut laporan terbaru, pengiriman drone akan mencakup wilayah metropolitan seperti Chicago, Atlanta, Cleveland, dan Boise, dengan fokus pada daerah pinggiran dan tidak melintasi pusat kota yang padat.
Drone Amazon dapat mengantarkan hampir semua barang yang berbobot 5 pon atau kurang dan cukup kecil untuk dimasukkan ke dalam kotak sepatu besar. Hal ini mencakup jutaan produk, seperti yang disampaikan CEO Amazon, Andy Jassy, dalam surat tahunan kepada pemegang saham.
Pengiriman drone akan gratis untuk anggota Prime dengan minimum pembelian $50, sementara untuk pesanan di bawah jumlah tersebut akan dikenakan biaya sebesar $2,99. Bagi pelanggan non-anggota, biaya pengiriman adalah $4,99.
Namun, Amazon bukan satu-satunya yang menjajaki layanan ini. Walmart dan Alphabet’s Wing juga tengah membangun jaringan pengiriman drone terbesar di AS. Meskipun demikian, persetujuan lokal dan kekhawatiran mengenai kebisingan tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi. Amazon mengklaim bahwa drone mereka lebih senyap dibandingkan truk pengiriman yang sedang parkir.