fost-nepal.org – Apple telah mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika di aplikasi Peta mereka. Langkah ini diambil menyusul perintah dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam konteks perselisihan dagang antara AS dan Kanada yang berlangsung. Sebelumnya, raksasa teknologi lain, Google, juga melakukan perubahan nama serupa.
Perubahan nama ini hanya berlaku bagi pengguna yang berada di AS, sementara pengguna di Kanada tetap melihat nama Danau Ontario. Tindakan tersebut mengikuti perintah eksekutif Trump yang menginstruksikan Departemen Dalam Negeri AS untuk memperbarui nama itu dalam basis data Geographic Names Information Service, dengan tenggat waktu 30 hari setelah perintah ditandatangani.
Menteri Dalam Negeri AS, Doug Burgum, menyatakan bahwa Trump secara khusus meminta Apple agar menyesuaikan nama danau tersebut di platform mereka. Sebagai bentuk dukungan terhadap perintah tersebut, Trump bahkan mengunggah video di media sosial yang menunjukkan dirinya menendang papan nama Danau Ontario dan menggantinya dengan papan baru bertuliskan “Welcome to Lake America”.
Di sisi lain, pemerintah Kanada menanggapi perubahan nama ini dengan memasang papan nama baru di lokasi Danau Ontario yang menegaskan bahwa danau tersebut adalah “Lake Ontario. Now and Always”. Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, menegaskan bahwa papan nama tersebut dimaksudkan untuk menegaskan identitas danau, sekaligus mengingatkan bahwa ini adalah Danau Ontario yang akan terus diakui.
Perubahan nama ini mencerminkan ketegangan antara kedua negara dan menyoroti dampak politik dalam keputusan perusahaan teknologi besar.