fost-nepal.org – Sebuah tren baru muncul di industri pengumpulan data, di mana perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan seperti Anthropic dan OpenAI membayar media hingga miliaran dolar untuk mengakses arsip kerja mereka. Penawaran ini mencapai angka antara $350 ribu hingga $2 juta untuk dokumen, email, dan pesan yang dianggap penting dalam pelatihan model AI. Data publik dianggap sudah jenuh, sehingga perusahaan-perusahaan tersebut berinvestasi besar-besaran, dengan total pengeluaran melebihi $45 miliar, untuk mendapatkan data privat yang berkualitas.
Fenomena ini menarik perhatian, karena praktik tersebut dapat berdampak signifikan pada tenaga kerja dan masyarakat. Banyak perusahaan, termasuk Handshake, kini berusaha membeli alur pekerjaan dari berbagai organisasi besar. Seorang penulis lepas membagikan pengalamannya ketika ditawari $1.000 untuk catatan laporannya, meski ia menolak tawaran tersebut. Handshake mengonfirmasi bahwa mereka berfokus pada pengambilan dokumen profesional untuk menguji dan melatih model berdasarkan kerja nyata, termasuk dalam bidang jurnalisme.
Dalam konteks ini, perusahaan startup baru juga bermunculan, menawarkan bantuan untuk menyelesaikan perusahaan yang tidak beroperasi. Mereka berfungsi sebagai perantara, menghapus identifikasi data yang sensitif sebelum menjualnya ke laboratorium AI. Komunitas ini berkembang pesat, dengan perusahaan-perusahaan seperti Mercor yang didirikan pada tahun 2023, cepat mendapatkan perhatian dan kekayaan, bahkan di antara pendirinya yang menjadi miliarder muda.
CEO Mercor, Brendan Foody, menjelaskan bahwa industri ini mengalami pertumbuhan eksplosif seiring meningkatnya permintaan data oleh laboratorium AI. Meskipun perusahaan-perusahaan ini sudah berusaha merekrut ahli untuk menciptakan simulasi alur kerja, masih banyak yang merasa informasi tersebut tidak mencerminkan kondisi nyata di dunia bisnis. Dia menekankan bahwa kebutuhan terhadap data dan komputasi di dunia AI sangat besar dan terus berkembang.