fost-nepal.org – OnePlus membantah isu penutupan perusahaan yang beredar baru-baru ini. Klaim tersebut muncul berdasarkan data dari beberapa firma analisis independen yang menunjukkan performa perusahaan kurang memuaskan dalam beberapa tahun terakhir. Berita mengenai hilangnya pangsa pasar yang signifikan, penutupan sejumlah kantor global, dan berakhirnya beberapa kemitraan dipandang sebagai sinyal bahwa masa depan OnePlus terancam.
Namun, Robin Liu, CEO OnePlus India, segera mengeluarkan pernyataan untuk menjernihkan situasi. Dalam pernyataannya, Liu menegaskan bahwa operasional OnePlus tetap berjalan normal dan mengajak semua pemangku kepentingan untuk memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum menyebarluaskannya. “Laporan yang belum terverifikasi yang mengklaim bahwa OnePlus akan tutup adalah salah. Operasi bisnis OnePlus India terus berjalan seperti biasa,” tambahnya.
Pernyataan tersebut ditujukan untuk menenangkan kekhawatiran para pegawai dan penggemar serta mengingatkan pentingnya mencari klarifikasi dari sumber yang dapat dipercaya sebelum mempercayai berita yang beredar. Informasi yang tidak jelas ini berpotensi merugikan reputasi dan stabilitas perusahaan yang telah beroperasi di pasar teknologi cukup lama.
Dalam konteks ini, OnePlus berupaya menunjukkan komitmen dan keberlanjutan operasionalnya di tengah tantangan yang ada. Meski laporan negatif terjadi, langkah proaktif dari manajemen diharapkan dapat meredakan ketidakpastian yang ada di kalangan konsumen dan investor. Perusahaan akan terus berfokus pada inovasi dan meningkatkan pangsa pasar di segmen smartphone.