[original_title]

Nvidia dan Groq Berlomba Dalam AI Real-Time untuk Perusahaan

fost-nepal.org – Pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) saat ini berfokus pada peningkatan efisiensi dalam proses inferensi, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kecepatan dan keakuratan. Groq, sebuah perusahaan yang dikenal dengan arsitektur Language Processing Unit (LPU), menawarkan solusi untuk mengatasi tantangan ini dengan menggabungkan efisiensi arsitektural model AI dengan kecepatan inferensi yang luar biasa.

Kepala Groq, Jensen Huang, menyoroti pentingnya mengatasi masalah waktu berpikir dalam AI, yang dapat menghambat pengalaman pengguna. Di pasar saat ini, waktu inferensi sering kali mempengaruhi keputusan konsumen dan bisnis. Dengan mengurangi waktu inferensi signifikan—which sebelumnya di GPU dapat memakan waktu hingga 40 detik—Groq dapat menghasilkan model yang beroperasi dalam waktu kurang dari dua detik.

Dalam beberapa tahun mendatang, kebutuhan akan model AI yang dapat berpikir mendalam dan melakukan koreksi diri semakin meningkat. Ini mendorong pergeseran dari penggunaan GPU yang berfokus pada perhitungan besar-besaran ke pendekatan yang lebih relevan untuk inferensi yang cepat dan efisien. Fungsi inferensi menjadi semakin krusial, memungkinkan AI untuk menghasilkan “token pemikiran” dengan cepat untuk memberikan jawaban yang lebih baik dan lebih tepat waktu.

Jika Nvidia menggabungkan teknologi Groq dengan arsitektur mereka, ini bisa menjadi langkah signifikan untuk menjawab tantangan “menunggu robot berpikir”. Sinergi ini tidak hanya menawarkan platform yang lebih baik untuk melatih model AI tetapi juga meningkatkan efisiensi dalam penerapan teknologi generasi terbaru.

Pada akhirnya, kemajuan dalam teknologi AI yang berkelanjutan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan tidak hanya terletak pada peningkatan komputasi, tetapi juga pada inovasi dalam cara AI beroperasi dan memberikan solusi yang cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *