Kota Kecil Inggris Terjebak dalam Perlombaan Senjata AI Global

fost-nepal.org – Pembangunan pusat data dalam skala industri yang direncanakan di Potters Bar, Inggris, telah memicu protes dari penduduk setempat. Proyek ini, yang diajukan oleh pengembang properti pada September 2024, berlokasi di area pertanian seluas 85 acre yang terpisah dari Desa South Mimms. Penduduk setempat menggalang dukungan melalui grup Facebook, dengan lebih dari 1.000 orang menandatangani petisi menolak pembangunan tersebut. Mereka khawatir tentang dampak yang mungkin timbul, terutama terkait hilangnya ruang terbuka hijau yang mereka anggap penting untuk kesehatan mental dan kualitas hidup.

Pada Januari 2025, pemerintah setempat memberikan izin perencanaan, dan pada Oktober 2025, perusahaan multinasional Equinix mengakuisisi lahan tersebut dengan tujuan untuk memulai pembangunan. Para pendukung proyek berargumen bahwa pusat data ini akan menjadi infrastruktur nasional yang penting, dan diharapkan dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk fasilitas data yang mendukung aplikasi kecerdasan buatan (AI).

Namun, warga sekitar tetap bersikeras mengekspresikan penolakan mereka. Mereka melihat potensi kerugian dari proyek ini, terutama hilangnya keindahan dan akses ke alam. Tanya jawab di antara penduduk menunjukkan mereka merasa terancam oleh proyek yang dianggap dapat merusak cara hidup mereka dan mengubah lanskap pedesaan yang selama ini mereka nikmati.

Perubahan kebijakan pemerintah Inggris yang memperlakukan pusat data sebagai infrastruktur kritis, bersamaan dengan pengenalan klasifikasi “grey belt”, telah memudahkan izin pembangunan di wilayah yang sebelumnya dilindungi. Walaupun pihak berwenang menyatakan bahwa keuntungan ekonomi dari pengembangan ini lebih besar daripada kerugian ruang hijau, banyak penduduk masih merasa tidak puas dengan keputusan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *