fost-nepal.org – Anthropic mengumumkan penerapan langkah-langkah teknis baru yang ketat untuk menghentikan aplikasi pihak ketiga dari pemalsuan klien coding resminya, Claude Code. Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah akses tidak sah ke model AI Claude yang dapat memberikan harga dan batasan yang lebih menguntungkan. Akibat penerapan ini, pengguna alat coding open source yang populer, OpenCode, menghadapi gangguan dalam alur kerja mereka.
Menurut Thariq Shihipar, anggota tim teknis di Anthropic, perusahaan berusaha memperkuat perlindungan terhadap pemalsuan. Ia mengakui bahwa tindakan ini mengakibatkan beberapa akun pengguna secara otomatis diblokir karena terdeteksi sebagai pelanggaran, namun mereka berusaha memperbaiki kesalahan tersebut. Meski begitu, pemblokiran integrasi pihak ketiga yang terjadi dinyatakan sebagai langkah yang disengaja.
Langkah ini secara khusus memfokuskan pada perangkat lunak yang mengontrol akun Claude melalui OAuth untuk menjalankan alur kerja otomatis. Hal ini memisahkan hubungan antara rencana konsumen flat-rate Claude Pro dan lingkungan coding eksternal. Pihak Anthropic menjelaskan bahwa ketidakstabilan teknis menjadi alasan utama pemblokiran, karena alat tidak sah dapat menyebabkan kesalahan yang tidak dapat terdiagnosis.
Di sisi lain, komunitas pengembang merespons tindakan ini dengan cepat, dengan banyak yang menganggapnya sebagai kebijakan yang merugikan pelanggan. Dalam konteks persaingan, lab AI xAI dikabarkan kehilangan akses ke model Claude setelah disinyalir melanggar ketentuan layanan, yang mana hal ini menunjukkan adanya pengetatan regulasi dari Anthropic.
Dengan populernya Claude Code yang melonjak pesat, tindakan ini bertujuan untuk membatasi akses yang tidak sesuai dan mengalihkan permintaan tinggi kembali ke jalur resmi yang diizinkan. Di masa depan, perusahaan perlu menyesuaikan strategi dan anggaran operasi untuk menghadapi perubahan batasan akses serta memastikan kepatuhan terhadap ketentuan komersial yang berlaku.