fost-nepal.org – Amazon resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI pada hari Jumat, dengan investasi mencapai $50 miliar yang akan dilakukan dalam dua tahap. Investasi ini mencakup $15 miliar dalam bentuk Saham Preferen Seri C, yang harus selesai sebelum 31 Maret, dan komitmen sebesar $35 miliar yang akan dilakukan tergantung pada beberapa kondisi yang belum dipublikasikan.
Kemitraan ini merupakan bagian dari putaran pendanaan yang lebih besar, di mana OpenAI berhasil mengumpulkan total $110 miliar dengan penilaian pra-uang sebesar $730 miliar. Beberapa investor besar lain termasuk SoftBank dan Nvidia, yang masing-masing menyuntikkan $30 miliar.
Dalam perjanjian yang lebih kompleks ini, terdapat dua kondisi yang dapat memicu Amazon untuk berinvestasi lebih lanjut. Pertama, terjadi “Mandatory Funding Event” yang mengharuskan Amazon membeli semua saham yang tersisa dalam waktu lima hari kerja. Kedua, jika OpenAI mengajukan penawaran umum perdana (IPO), Amazon diwajibkan untuk membeli semua saham yang tersisa sesuai ketentuan tertentu.
Selain itu, Amazon dan OpenAI juga menandatangani Kesepakatan Kerjasama Bersama, yang berisi komitmen untuk meningkatkan kapasitas layanan cloud. OpenAI berkomitmen untuk menggunakan 2 gigawatt kapasitas Trainium melalui layanan AWS, menunjukkan fokus yang tinggi dalam pengembangan teknologi AI.
CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan bahwa mereka terbuka untuk melakukan IPO pada waktu yang tepat. Perjanjian ini memiliki batas waktu hingga 31 Desember 2028, dan jika tidak ada investasi penuh dilakukan pada saat itu, komitmen akan berakhir.
Dengan kemitraan ini, Amazon dan OpenAI menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengembangkan teknologi AI, sekaligus menandakan perubahan dalam dinamika industri teknologi yang semakin kompetitif.