fost-nepal.org – Perbaikan sepeda listrik (ebike) kini menjadi tantangan bagi banyak pemilik toko sepeda di Amerika Serikat. Berbagai cerita mengungkapkan betapa berbahayanya melakukan perbaikan pada sepeda jenis ini, dengan beberapa pemilik melaporkan cedera serius saat bekerja. MacKenzie Hardt, pemilik Hardt Family Cyclery di Aurora, Colorado, menceritakan pengalamannya di mana ia mengalami cedera tendon akibat sensor yang terpicu saat melakukan perbaikan. Ia bahkan menekankan bahwa toko tidak akan memperbaiki ebike tanpa sertifikasi UL 2849, standar yang menjamin keamanan dan kualitas produk.
Permasalahan utama dalam perbaikan ebike sebagian besar disebabkan oleh banyaknya sepeda elektrik yang dijual namun tidak memenuhi standar keamanan. PeopleForBikes, lembaga advokasi sepeda, menyebut ebike seharusnya merupakan kendaraan elektrik berkecepatan rendah yang mirip dengan sepeda biasa. Di 46 negara bagian, terdapat klasifikasi untuk ebike, yaitu Kelas 1, 2, atau 3, tergantung pada kecepatan maksimum di mana sepeda bisa dibantu motor. Namun, banyak sepeda yang dijual online melebihi batas ini dan beroperasi lebih mirip moped atau motor.
Perbaikan sepeda listrik juga membawa risiko tanggung jawab hukum bagi pemilik toko. Dengan jumlah cedera yang terkait ebike meningkat lebih dari 1.000 persen dalam beberapa tahun terakhir, toko bisa terjebak dalam masalah hukum jika terjadi insiden setelah melakukan perbaikan. Hardt mengungkapkan bahwa kurangnya regulasi nasional tentang definisi ebike membuat situasi ini semakin rumit. Ketidakjelasan ini menciptakan ancaman bagi keselamatan pengendara dan risiko bagi toko sepeda dalam memberikan layanan perbaikan.