Microsoft Umumkan Penambahan Pusat Data Baru Tanpa Naikan Biaya Listrik

fost-nepal.org – Microsoft mengumumkan pendekatan “community-first” dalam memperluas infrastruktur kecerdasan buatannya, mengingat lonjakan penolakan publik terhadap pusat data dalam setahun terakhir. Pengumuman ini terjadi setelah Meta, perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg, juga merencanakan program infrastruktur AI-nya sendiri. Dalam langkah ini, Microsoft berfokus pada bagaimana mereka membangun pusat data dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap komunitas lokal.

Microsoft berkomitmen untuk menjadi “tetangga yang baik” dengan memastikan bahwa biaya listrik yang timbul dari kegiatan operasional tidak membebani pelanggan rumah tangga setempat. Perusahaan tersebut akan bekerja sama dengan perusahaan utilitas lokal untuk memastikan tarif yang dibayarkan mencakup beban penuh mereka pada jaringan setempat.

Langkah ini diambil di tengah protes yang semakin intens dari sejumlah komunitas terhadap pembangunan pusat data. Data Center Watch melaporkan terdapat 142 kelompok aktivis di 24 negara bagian yang menentang proyek semacam itu. Penolakan ini telah memengaruhi rencana Microsoft, termasuk penarikan proyek pusat data di Caledonia, Wisconsin, setelah tanggapan negatif dari masyarakat.

Selain itu, Microsoft juga berjanji untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi penggunaan air di pusat datanya, mengingat masalah lingkungan yang muncul akibat konsumsi air yang tinggi. Janji tersebut dianggap penting mengingat banyaknya pertanyaan mengenai dampak jangka panjang proyek ini terhadap lapangan pekerjaan.

Timbulnya kecemasan mengenai pembangunan pusat data juga menarik perhatian pemerintah, termasuk Presiden yang menjanjikan bahwa perubahan akan dilakukan untuk memastikan biaya listrik warga tidak meningkat. Microsoft kini berupaya membalikkan opini publik yang negatif dan menjaga komitmennya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *