fost-nepal.org – Misi Artemis 2 yang membawa empat astronaut NASA berhasil mendarat di Samudera Pasifik hari ini, menandai akhir perjalanan bersejarah ke bulan dan kembali pertama sejak 1972. Komandan misi Reid Wiseman menyatakan, “What a journey!” sesaat setelah mendarat.
Selama 10 hari, tim yang terdiri dari Wiseman, pilot Victor Glover, spesialis misi Christina Koch, dan astronaut Kanada Jeremy Hansen, berhasil menjelajahi lebih dari 4.000 mil melewati sisi jauh bulan. Koch menjadi wanita pertama yang melampaui orbit Bumi, Glover adalah astronaut kulit hitam pertama, sementara Hansen adalah astronaut non-AS pertama yang melakukan perjalanan ini.
Misi ini bertujuan untuk menguji perangkat dan prosedur program Artemis, sementara persiapan dimulai untuk mengirim astronaut ke permukaan bulan paling lambat tahun 2028 dan membangun pangkalan permanen di bulan pada tahun 2030-an. Amit Kshatriya, Asisten Administrator NASA, menyebutkan misi ini sebagai yang terpenting dalam beberapa dekade terakhir.
Orion, kapsul yang digunakan dalam misi, berhasil menjalani serangkaian uji coba hardware dan prosedur. Selama perjalanan, astronaut mengalami gaya gravitasi hingga 3,9 kali berat badan mereka saat memasuki atmosfer dengan kecepatan lebih dari 24.000 mph, menghasilkan medan plasma yang mengganggu komunikasi radio selama enam menit.
Setelah menyusuri jalur yang dirancang untuk mengurangi stres pada pelindung panas, Orion berhasil mendarat dengan aman di Pasifik. Tim pemulihan segera menuju lokasi pendaratan meski menghadapi kendala teknis dengan koneksi telepon satelit. Semua astronaut dilaporkan dalam kondisi sehat setelah dievakuasi ke kapal USS John P. Murtha.
Selanjutnya, NASA berencana untuk menjalankan misi mendarat di bulan pada 2028 dan pembangunan pangkalan bulan pada 2029. Misi Artemis 2 bukan hanya menjadi tonggak sejarah bagi eksplorasi luar angkasa, tetapi juga langkah awal menuju eksplorasi lebih lanjut ke bulan dan Mars.