fost-nepal.org – Pemimpin kawasan Pasifik Barat Laut merayakan peluncuran resmi Cascadia Sustainable Aviation Accelerator, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menjadikan wilayah ini sebagai pemimpin dalam bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF). Acara tersebut berlangsung di Boeing Future of Flight Aviation Center, di Mukilteo, Washington, pada Kamis, 8 Januari 2026.
Gubernur Washington, Bob Ferguson, menyatakan bahwa semua elemen sudah tersedia untuk merealisasikan peluang ekonomi yang signifikan ini. SAF dianggap sebagai solusi yang menjanjikan untuk mengurangi emisi karbon dalam industri penerbangan. Bahan bakar ini umumnya terbuat dari sumber nabati dan dapat dicampurkan dengan bahan bakar fosil tradisional. Namun, biaya produksi SAF masih lebih tinggi, sehingga pengembangan pasar menjadi krusial.
Inisiatif ini diawali dengan pendanaan sebesar 10 juta dolar AS dari pemerintah negara bagian dan sumbangan filantropis senilai sama. Guy Palumbo, direktur kebijakan publik Amazon, menyebutkan bahwa perusahaan tersebut berencana membeli 3,7 juta galon SAF pada tahun 2024, tetapi ketersediaannya masih menjadi kendala.
Acara tersebut juga menyoroti kemitraan publik-swasta dengan kehadiran berbagai pemimpin industri dan akademik. Accelerator ini memiliki strategi yang mencakup penyediaan sumber daya penelitian dan pengembangan, promosi kebijakan yang mendukung SAF, serta pengembangan rantai pasokan bahan baku untuk SAF.
Meskipun terdapat tantangan besar, para pendukung yakin bahwa wilayah ini memiliki potensi yang kuat untuk menjadi pusat SAF, mengingat kekuatan industri penerbangan dan kebijakan lingkungan yang mendukung. Dalam beberapa bulan ke depan, accelerator ini akan beroperasi di Paine Field, dengan harapan konstruksi fasilitas permanen selesai paling lambat tahun 2029.