fost-nepal.org – Drone pandangan pertama (FPV) menawarkan pengalaman pilot yang unik dengan menghadirkan umpan langsung dari kamera ke kacamata pengguna. Drone ini, yang dirancang untuk menerbangkan pesawat kecil dan gesit, memungkinkan penggunanya untuk melintasi rintangan dengan kelincahan tinggi dan melakukan berbagai manuver ekstrem seperti flip, barrel roll, dan penurunan vertikal. Berbeda dengan drone kamera standar, FPV lebih menuntut keterampilan tinggi dalam pilotnya karena tingkat kecepatan yang lebih tinggi dan kurangnya fitur pelindung dari tabrakan.
Model baru, DJI Avata 2, mengurangi kesulitan dalam penerbangan dengan kemampuan merekam video berkualitas 4K/60 fps atau 2.7K/120 fps. Meskipun tidak dilengkapi dengan penghindaran rintangan otomatis, kontroler sensitif gerakan dan fitur pengereman cepat memberikan pengalaman yang lebih mengampuni bagi pemula dibandingkan dengan pengendalian manual jenis twin-stick yang biasa digunakan pada drone FPV.
Goggles yang disertakan dengan Avata 2 juga sangat baik, menghadirkan gambar jernih berkat layar OLED mikro. Kacamata ini dapat disesuaikan untuk kenyamanan, bahkan bagi pengguna dengan penglihatan kurang baik. Meskipun lepas landas dengan drone ini mirip dengan mengendarai sepeda beroda pelatihan, beberapa manuver lebih ekstrem seperti penyelaman tajam memerlukan pengendalian kelas gamepad, yang dapat ditemukan sebagai tambahan opsional.
Dengan kemudahan yang ditawarkan, DJI Avata 2 menjadi pilihan menarik bagi para pemula yang ingin merasakan sensasi terbang tanpa mengesampingkan aspek keamanan dalam pengoperasiannya.