fost-nepal.org – Google DeepMind meluncurkan model terbaru mereka, Nano Banana 2, yang diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara kualitas gambar dan harga dalam pengembangan AI. Setelah enam bulan, banyak perusahaan harus memilih antara model mahal seperti Nano Banana Pro atau alternatif yang lebih murah namun kualitasnya menurun. Nano Banana 2 menawarkan kombinasi kecepatan dan harga yang lebih kompetitif, dengan performa yang bisa bersaing dengan model sebelumnya.
Peluncuran ini terjadi hanya 16 hari setelah Alibaba merilis Qwen-Image-2.0, model dengan parameter lebih sedikit tetapi telah terbukti kualitasnya. Hal ini menggambarkan perkembangan pesat dalam kompetisi pengembangan gambar AI. Kini, pertanyaan yang dihadapi pemimpin TI adalah tidak lagi apakah model-model ini cukup baik untuk digunakan, tetapi vendor mana yang terbaik dari segi biaya dan efisiensi kerja.
Nano Banana 2 memberikan kemampuan baru dalam rendering dan terjemahan teks, serta mempertahankan konsistensi karakter yang lebih baik dalam gambar. Model ini mampu menghasilkan gambar dengan teks yang jelas dan bahkan menerjemahkannya dalam alur kerja yang sama, sesuatu yang sebelumnya sulit dicapai.
Selain itu, model ini dibanderol dengan harga lebih rendah, yakni $60 per juta token, dibandingkan dengan $120 per juta token untuk model Pro. Ini menjadikannya menarik bagi aplikasi yang memerlukan banyak gambar, seperti visualisasi produk e-commerce atau produksi aset pemasaran.
Peluncuran Nano Banana 2 juga disertai dengan fitur penting berupa alat verifikasi konten, yang memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi konten yang dihasilkan AI, sehingga meningkatkan kepercayaan di kalangan perusahaan yang beroperasi di industri yang diatur.
Dengan hadirnya Nano Banana 2, perusahaan kini memiliki alternatif lebih ekonomis yang tetap memenuhi kebutuhan kualitas, membentuk langkah maju penting dalam adopsi AI dalam sektor industri.