fost-nepal.org – Startup asal San Francisco, Anthropic, terus menghadirkan produk dan layanan kecerdasan buatan (AI) dengan cepat meskipun tengah menghadapi sengketa dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Pada hari ini, perusahaan tersebut meluncurkan Claude Marketplace, sebuah platform yang memungkinkan perusahaan yang sudah berkomitmen untuk menggunakan layanan Anthropic memanfaatkan sebahagian dari anggaran mereka untuk alat dan aplikasi yang didukung oleh model Claude, yang diproduksi oleh mitra eksternal seperti GitLab, Harvey, Lovable, Replit, Rogo, dan Snowflake.
Menurut informasi dari FAQ Claude Marketplace, program ini bertujuan untuk menyederhanakan proses pengadaan dan mengkonsolidasikan pengeluaran AI. Anthropic menyatakan bahwa saat ini Marketplace dalam tahap prapengujian terbatas, dan perusahaan yang tertarik diminta untuk menghubungi tim pembukuan mereka untuk mulai menggunakan layanan ini. Pembelian melalui Marketplace akan dihitung sebagai bagian dari komitmen yang sudah ada, dan Anthropic akan mengelola faktur untuk pengeluaran mitra, sehingga memudahkan perusahaan dalam proses pengadaan.
Peluncuran ini memunculkan pertanyaan lebih luas mengenai preferensi perusahaan dalam menggunakan layanan Claude, apakah melalui produk dan API milik Anthropic sendiri atau melalui aplikasi pihak ketiga yang mengintegrasikan Claude untuk alur kerja yang lebih spesifik. Hal ini sejalan dengan tren adopsi AI di kalangan perusahaan yang semakin meningkat dan menunjukkan pentingnya kolaborasi antara alat-alat yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan spesifik industri.
Namun, tantangan terbesar bagi Anthropic adalah tingkat adopsi pasar. Meskipun beberapa mitra mereka sudah memiliki basis pengguna yang mapan, kini tinggal menunggu apakah pengguna perusahaan akan tertarik untuk memanfaatkan alat baru dalam alur kerja mereka dengan Claude.