fost-nepal.org – Penyelidikan kasus seorang pria asal Minnesota, Roberto Carlos Muñoz-Guatemala, kembali mencuat setelah pengacaranya meminta akses terhadap berkas penyelidikan seputar kematian Renee Nicole Good. Muñoz-Guatemala baru saja divonis bersalah pada bulan Desember atas serangan terhadap petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai, Jonathan Ross, yang terlibat dalam insiden yang merenggut nyawa Good pada 7 Januari lalu di Minneapolis.
Pada hari Jumat, tim pengacara Muñoz-Guatemala mengajukan permohonan kepada hakim federal untuk meminta dokumen pelatihan dan berkas investigasi terkait Ross. Insiden tersebut terjadi di tengah operasi penertiban imigrasi yang dikenal sebagai Operation Metro Surge. Dalam insiden sebelumnya, Muñoz-Guatemala diduga menyeret Ross dengan mobilnya.
Pengacara Muñoz-Guatemala berargumen bahwa meskipun bukti baru yang diterima tidak cukup untuk memberikan alasan bagi kliennya untuk mendapatkan pengadilan ulang, mereka berhak menyelidiki faktor-faktor yang dapat meringankan hukuman, khususnya mengenai cedera yang dialami Ross. Dalam persidangan, Muñoz-Guatemala dinyatakan bersalah atas serangan terhadap petugas federal dengan senjata berbahaya.
Dari keterangan yang ada, Ross dan timnya berupaya untuk menginterogasi Muñoz-Guatemala yang diduga berada di negara tanpa izin. Mereka berusaha untuk mengeluarkannya dari kendaraan saat insiden berlangsung. Ross mengklaim bahwa Muñoz-Guatemala, saat melarikan diri, menyeret dirinya sejauh sekitar 100 yard, di mana Ross berulang kali menggunakan taser.
Sementara itu, Muñoz-Guatemala menyatakan bahwa ia tidak mengerti bahwa Ross merupakan agen federal saat insiden terjadi. Pengacaranya kini mengklaim bahwa, seandainya kasus ini diadili setelah kematian Good, mereka akan memiliki argumen bahwa perlawanan dirinya terhadap Ross adalah sah, lantaran dianggap mengalami tindakan agresif dari pihak Ross.
Hingga saat ini, pihak penuntut belum memberikan tanggapan resmi terhadap permohonan tersebut. Setelah insiden penembakan Good, Ross saat ini telah ditempatkan dalam cuti administratif. Belum ada tindakan hukum yang diambil terkait kematian Good, dan Departemen Kehakiman menyatakan tidak akan mengajukan tuntutan pidana.